BERBAGI
Tersangka Widoria Restu Mangesti ditangkap polisi.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka pengedar sabu-sabu yang baru saja ditangkap petugas Polsek Tanjungkarang Barat, Widoria Restu Mangesti (24), mengaku memakai dan mengedarkan sabu-sabu karena stres mencari nafkah untuk tiga anaknya setelah dirinya bercerai dengan suaminya.

Ibi rumah tangga warga Bandarlampung ini ditangkap Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat, saat akan transaksi sabu-sabu di Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat di depan Hotel Gading, pada Selasa (13/6/2017) dinihari lalu sekitar pukul 01.30 WIB.

Tersangka yang merupakan seorang janda beranak tiga ini mengaku dirinya terpaksa terlibat peredaran narkotika karena butuh uang untuk menghidupi tiga orang anaknya.

“Saya terpaksa jual narkoba, karena butuh uang untuk membiayai tiga anak saya. Apalagi sekerang ini, saya jadi orangtua tunggal untuk anak-anak saya,”kata Widoria, Kamis (15/6/2017).

Menurutnya, bahwa dirinya sudah dua tahun berpisah dengan suaminya. Sejak perceraian itulah, awal mula dirinya terjerumus dengan narkotika. Perasaan hancur, diselimuti rasa bersalah dan kecewa membuat dirinya stres. Hingga pada saat suatu hari, ia diajak main dirumah temannya dan disitulah ia pertamakali kenal dengan sabu-sabu dan memakainya.

“Di rumah teman saya itu, saya lihat saudara saya lagi isap sabu-sabu. Lalu saya ditawari sama dia, karena saya lagi stres dan pikiran kacau saya mau dan ikut mengisap sabu-sabu,”ucap janda muda ini.

Sejak saat itulah, kata Widoria, ahirnya ia sering mengkonsumsi sabu-sabu bersama teman-temannya. Awalnya ia diberi untuk pakai sabu-sabu tersebut secara gratis, karena sudah kecanduan pakai ia harus membeli sendiri barang haram tersebut.

Karena tidak punya pekerjaan tetap, Widoria memutuskan mengedarkan narkoba. Hal itu dilakukannya, agar ia bisa memenuhi keinginannya pakai sabu-sabu dan dapat membiayai kebutuhan untuk tiga orang anaknya.

“Baru dua bulan ini saya mengedarkan narkoba, dan sabu-sabu itu saya ambil dari teman di Kedaton dengan harga Rp 1 juta. Agar dapat untung, sabu-sabu itu saya jual lagi Rp 1,8 juta dan saya menjualnya ke teman-teman saja,”ungkapnya.

Dikatakannya, dari keuntungan jual sabu-sabu itulah, ia gunakan untuk membeli kebutuhan tiga anaknya.

“Saya menyesal dan berjanji tidak akan memakai barang haram tersebut lagi, saya juga tidak mau terlibat peredaran narkotika lagi,”sesalnya.

Loading...