Beranda News Pusiban Suaka Rhino Sumatera II di TNWK Diresmikan, Ini Kata Gubernur Lampung

Suaka Rhino Sumatera II di TNWK Diresmikan, Ini Kata Gubernur Lampung

93
BERBAGI
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberi makan badak usai peresmian Suaka Rhino Sumatera (SRS) II di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Rabu (30/10/2019).
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberi makan badak usai peresmian Suaka Rhino Sumatera (SRS) II di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Rabu (30/10/2019).

TERASLAMPUNG.COM –– Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menegaskan komitmennya untuk berjuang sekuat tenaga atau all out untuk melindungi satwa dari kepunahan dengan menjadikan Provinsi Lampung sebagai benteng terakhir melestarikan, melindungi, dan mengembangbiakkan Badak Sumatera.

“Lampung adalah benteng terakhir dalam melestarikan dan mengembangbiakkan satwa liar, termasuk Badak Sumatera, dan kita sudah membuktikannya dengan mampu mengembangbiakkan Badak Sumatera,” ujar Gubernur Arinal Djunaidi dalam acara peringatan Hari Badak Sedunia dan peresmian Suaka Rhino Sumatera II, di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Rabu (30/10/2019).

Menurut Arinal, wajib hukumnya  Lampung dapat mengembangbiakkan dan melindungi Badak Sumatera.”Saya berkomitmen untuk menjadikan Lampung sebagai benteng terakhir dalam melestarikan, melindungi, dan mengembangbiakkan Badak Sumatera,” ujarnya.

Pada peresmian Suaka Rhino, Gubernur Arinal melakukan perluasan SRS II seluas 150 Ha yang ditandai dengan pendatanganan prasasti.

Direktur Konservasi Keanekaragaman hayati (KKH) Indra Exploitasia yang mewakili Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menuturkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempunyai tugas dalam menyelamatkan populasi badak sumatera, serta seluruh satwa lainnya, terutama yang terancam punah.

“SRS merupakan benteng terakhir habitat satwa di kawasan dataran rendah. Untuk itu, mohon dukungan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar satwa kedepan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat,” jelasnya.

Indra mengapresiasi komitmen Gubernur Arinal dalam menjaga dan melestarikan hutan, serta leindungi satwa, terutama yang terancam punah, salah satunya melalui MoU yang akan segera dilakukan.

“Kami siap melakukan MoU terkait menjaga dan melestarikan hutan, serta leindungi satwa. Dan terimakasih kepada Pak Gubernur yang sangat konsen dan komitmen terhadap perlindungan badak Sumatera,” kata dia.

Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (YABI) Widodo Ramono menjelaskan bahwa kondisi Badak Sumatera saat ini sedang terancam punah. Kepunahan ini dikarenakan habitat yang sudah habis karena digunakan manusia, serta adanya perburuan liar.

“Lampung merupakan benteng terakhir dalam melestarikan badak sumatera. SRS ini merupakan konservasi breeding, bukan hanya penangkaran biasa. Maka dari itu, peresmian SRS II diharapkan mampu melestarikan dan mengembangbiakkan Badak Sumatera,” ujarnya.

Pada akhir acara, Gubernur Arinal menyerahkan bibit pakan badak sumatera kepada masyarakat sekitar. Dengan bibit ini,hasilnya nanti akan dibeli pengelola SRS guna menambah perekonomian bagi masyarakat.Adapun jenis bibit yang diberikan merupakan makanan kesukaan Badak Sumatera, antara lain jenis pulai, gaharu, dan ara cengkeh.

Loading...