Beranda News Nasional Suami Tak Ada di Sel Saat OTT Lapas Sukamiskin, Ini Kata Airin

Suami Tak Ada di Sel Saat OTT Lapas Sukamiskin, Ini Kata Airin

4277
BERBAGI
Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 2 Maret 2018. (Foto: TEMPO/Alfan Hilm)i.

TERASLAMPUNG.COM — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menghindar ketika ditanya wartawan soal suaminya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan,yang tidak berada di dalam selnya di Lapas Sukamiskin saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di sana.

“Ah nanti saja ya, sudah ditunggu. Terima kasih, ya,” kata Airin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Juli 2018.

Airin kemudian bergegas pergi menuju Istana bersama sejumlah wali kota yang datang untuk bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Airin mendampingi para wali kota lainnya karena menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

KPK sebelumnya melakukan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Dalam OTT itu, KPK menangkap Kalapas Sukamiskin Wahid HUsein karena diduga menerima hadiah sebagai imbalan untuk pemberian fasilitas mewah kepada napi kasus korupsi di lapas tersebut.

Selain menangkap Husein, KPK juga menangkap Fahmi Darmawansyah. Suami artis Inneke Koesherawati itu diduga salah satu yang memberikan suap kepada Husein. KPK menetapkan Husein dan Fahmi sebagai tersangka. Selain dua orang itu, KPK juga menetapkan staf Wahid Husein, Hendry Saputra, dan narapidana kasus pidana umum yang merupakan tahanan pendamping Fahmi, Andi Rahmat, sebagai tersangka.

Saat OTT, ternyata ada dua narapidana korupsi yang tak berada di dalam selnya, yaitu Wawan dan Fuad Amin. Wawan dipenjara karena korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan Banten, serta suap pilkada di Lebak. Sedangkan Fuad Amin, bekas Ketua DPRD Bangkalan, Madura, dipidana lantaran terbukti menerima duit dari PT Media Karya Sentosa dan memotong 10 persen realisasi anggaran SKPD senilai Rp 414,22 miliar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Liberty Sitinjak, mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan pasca OTT di Lapas Sukamiskin, diketahui Fuad dan Wawan yang merupakan suami Airin berobat dan dirawat di rumah sakit.

“Sampai sekarang indikasi jalan-jalan belum kami temukan,” kata Liberty di kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 Juli 2018.

tempo.co