Beranda News Nasional Subsidi Gaji, Hari Ini 2,5 Juta Pekerja Terima Bantuan

Subsidi Gaji, Hari Ini 2,5 Juta Pekerja Terima Bantuan

347
BERBAGI
Presiden Jokowi meluncuran program subsidi gaji bagi karyawan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, di Istana Negara, Kamis (27/8/2020). Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi meluncuran program subsidi gaji bagi karyawan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, di Istana Negara, Kamis (27/8/2020). Foto: Youtube Sekretariat Presiden

TERASLAMPUNG.COM — Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini (27/8/2020) meresmikan  program subsidi gaji bagi pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Pada tahap pertama,  2,5 juta pekerja akan menerima pencairan tahap pertama sebesar Rp1,2 juta.

“Diberikan hari ini, ini yang kita luncurkan hari ini, 2,5 juta dan kita harap September selesai 15,7 juta pekerja,” kata Presiden dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Pemerintah menargetkan penerima subsidi gaji sebanyak 15.725.232 orang. Jumlah ini naik dari rencana sebelumnya, yakni 13.870.496 orang.

Menurut Mennteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, data penerima diperoleh dari BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Pengumpulan data dilakukan hingga 30 Juni 2020.

“Sehingga hanya peserta yang telah terdaftar dalam batas waktu tersebut, mereka yang berhak menerima subsidi upah tersebut,” ujar Ida.

Satu syarat penerima manfaat program subsidi gaji adalah warga negara Indonesia (WNI). Kemudian pekerja atau buruh harus aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara gaji kurang dari Rp5 juta per bulan.

Nilai manfaat dari program subsidi gaji senilai Rp600.000 per bulan selama 4 bulan dan dicairkan per 2 bulan sekali. Dengan demikian dalam satu kali pencairan, pekerja akan mendapatkan subsidi sebesar Rp1,2 juta.

“Harapan saya kepada teman-teman pekerja yang akan menerima program ini, saya minta belanjakanlah uang ini untuk membeli produk-produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita,” kata Ida.

Skema bantuan ini dilakukan karena pemerintah ingin memastikan daya beli dan konsumsi masyarakat tetap terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV.