Hukum  

Sudah Dilaporkan ke Polda, Penambangan Pasir di Kuala Teladas Masih Berlangsung

Sukardi, nelayan di Kuala Teladas, Kabupaten Tulangbawang Barat. Foto: Teraslampung.com/Mas Alina Arifin
Sukardi, nelayan di Kuala Teladas, Kabupaten Tulangbawang Barat. Foto: Teraslampung.com/Mas Alina Arifin
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun kasusnya sudah dilaporkan ke Polda Lampung, aktivitas penambangan pasir di Kuala Teladas, Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, masih terus berlangsung sampai saat ini. Nelayan Kuala Teladas meminta agar pemerintah daerah dan pusat mengusut tuntas praktik dan menghentikan penambangan pasir tersebut.

BACA: Walhi Minta Gubernur Lampung Cabut Izin Penambangan Pasir PT STTP di Dente Teladas

Sukardi (50), nelayan asal Kabupaten Tulangbawang mengatakan sudah lima bulan terakhir ini memperjuangkan daerahnya agar terbebas dari penambangan liar yang diduga dilakukan oleh PT Sienar Tri Tunggal Perkasa (STTP).

“Mohon pemerintah daerah dan pusat memperhatikan para nelayan di Kuala Teladas. Wilayah kami diambil oleh para penambang pasir liar sehingga mata pencaharian kami terancam. Kami hanya mempertahankan wilayah kami sesuai dengan Perda Nomor1/2016,” kata Sukardi pada acara workshop “Masa Depan Lampung Menuju Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan” yang digelar Mitra Bentala di Hotel Horison Bandarlampung, Jumat (10/12/2021).

Sukardi mengaku para berbagai upaya telah di lakukan para nelayan untuk menghentikan aktivitas penambangan liar tersebut. Antara lain lapor ke Bupati Tulangbaang, DPRD Lampung, dan Polda Lampung.

“Kasus penambangan liar pasir ini sudah kami laporkan kepada Bupati Tulangbawang, Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Polda Lampung, dan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, sampai sekarang hasilnya belum jelas. Penambangan pasir masih terus berlangsung,” katanya.

Sukardi mengatakan, perwakilan nelayan Kuala Teladas beberapa waktu lalu memang sudah dipanggil Polda Lampung untuk dimintai klarifikasi.

“Kami datang ke Polda Lampung untuk memberikan penjelasan soal penambangan pasir. Tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” katanya.

Sukardi dan para nelayan di Kuala Teladas berharap agar pemerintah segera mengusut dengan tuntas siapa dalangnya dib alik penambangan liar ini serta dicabut izin usahanya.

“Selain merusak lingkungan, penambangan pasir di Kuala Teladas membuat para nelayan terancam,” kata Sukardi.

Mas Alina Arifin