Sulpakar: Demo Guru Honorer Salah Alamat

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Sulpakar
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Demo ratusan guru homorer di Bandarlampung ke Pemrov Lampung untuk mendesak Pemprov Lampung mencairkan dana bagi hasil (DBH), Senin (22/1/2018) mendapatkan tanggapan dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulpakar.

Mantan Plt Walikota Bandarlampung itu menilai demo yang dilakukan para guru honorer itu salah alamat.

Menurut Sulpakar, demo seharusnya dialamatkan ke Pemkot Bandarlampung.

“Para guru honorer terprovokasi dan dizholimi oleh Pemkot Bandarlampung.Sebab tidak ada kaitan DBH dengan pembayaran insentif mereka. (Demo) itu  namanya provokasi. Ini hanya akal-akalan sekelompok orang yang ingin mengalihkan persoalan insentif guru honorer ke orang lain karena tidak ingin disalahkan,”katanya.

Sulpakar mengatakan DBH itu dana pembangunan dan bukan untuk pembayaran insentif guru honorer.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis menyayangkan aksi demo guru honorer.

Menurut Hamartono, Pemkot Bandarlampung kini justru punya utang kepada Pemprov Lampung. Salahsatunya di bidang kesehatan.

“Utang Pemkot pada RSU Abdoel Moeloek dan RSJ Lamung ada sekitar Rp20 miliar. Itu belum termasuk utang bina lingkungan (biling) SMA/SMK sebelum kewenangan diambil-alih Pemprov,”katanya.

Menurut Hamartoni,  DBH untuk pembangunan.

“Kalau membayar insentif guru honorer, tukin ASN itu ada anggaran sendiri di APBD Kota Bandarlampung,” katanya.