Sungai Jambu Meluap, 50 Rumah Warga Terendam Air dan Lumpur Setinggi Satu Meter

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com 


Banjir akibat meluanya Sungai Jambu di Bandarlampung, Senin petang (22/12).

BANDARLAMPUNG – Hujan yang mengguyur Kota Bandarlampung dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air Sungai Jambu meluarp, Senin (22/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Sebanyak 50-an rumah di Pramuka, RT 05, Dusun Kepayang, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Bandarlampung terendam air bercanpur  lumpur setinggi satu meter. Akibat kejadian tersebut, dua orang warga korban banjir yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Menurut Ketua RT 05 Dusun Kepayang, Indra Damin, banjir yang disertai dengan lumpur ini diduga gara-gara adanya pagar tembok sekitar 50 meter milik Hi. Roni yang tak mampu menampung luapan air Sungai  Jambu.

“Tadi sore saat saya cek ketinggian air di dalam tembok itu setinggi leher saya. Saya sudah berupaya menelpon pemiliknya yang sedang berada di Bandung. Tapi belum sempat mendapat solusi, tembok itu sudah jebol. Air bercampur lumpur dari dalam tembok itu meluap ke rumah warga termasuk rumah saya,”kata Indra Damin saat ditemui dirumahnya yang ikut terendam banjir, Senin (22/12) malam.

Indra Darmin menjelaskan, selain 50 rumah warga yang diterjang air bercampur lumpur, ada dua warga yang mengalami luka di bagian kepala dan kaki, akibat terkena pagar tembok yang dipasangi benda tajam seperti paku dan beling roboh terkena terjangan air yang cukup deras. Korban selanjutnya dilarikan ke RS Bhayangkara untuk dirawat.

“Korban yang terluka merupakan warga baru yang tinggal di daerah ini dan belum melapor ke saya, karena itu saya belum tahu siapa kedua korban itu identitasnya lengkapnya,”tuturnya.

Indra  berharap Pemkot Bandarlampung  bisa membantu para korban yang terkena banjir. Kebanyakan barang-barang elektronik, kasur, dan sembako milik warga terendam oleh air dan bercampur lumpur. Khususnya pemilik lokasi pagar tembok, Hi Roni, juga diharapkan agar bisa membantu kerugian warga meskipun tidak sepenuhnya.

“Tinggi air sekitar 1 meter. Mengenai kerugian untuk rumah saya saja, puluhan juta lebih karena peralatan seperti orgen tunggal saya semuanya terendam air dan lumpur mas. Saya tinggal disini sejak tahun 1979, banjir ini untuk kali pertamanya,”tandasnya.

Dari pantauan teraslampung.com dilokasi kejadian, nampak dua unit mobil dan puluhan petugas BPBD Bandarlampung, dengan menggunakan mesin penyedot air (alkon) menyiram lumpur yang masuk kerumah warga. Sejak pukul 17.00 WIB – 20.00 WIB, masih membersihkan rumah warga. Meski sebelumnya sebagian warga seperti ibu-ibu dan anak kecil sempat diungsikan.

  • Bagikan