Beranda Views Sepak Pojok Sup Kelelawar, Virus Corona

Sup Kelelawar, Virus Corona

1508
BERBAGI
Tangkapan layar video seoarang wanita di China menyantap sup kelelawar. Sumber: Daily Mail
Viral video seorang perempuan Tiongkok tengah menyantap sup kelelawar. Tangkapan layar video seoarang wanita di China menyantap sup kelelawar. Sumber: Daily Mail

Tomi Lebang

Bukan perang, bukan bom nuklir, bukan tumbukan asteroid yang kini ditakuti dunia. Tapi makanan, penyakit dari santapan.

Awalnya dari Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa di Provinsi Hubei, China. Kota ini diisolasi sejak kemarin. Warganya dilarang meninggalkan kota, transportasi umum seperti bis kota, kereta bawah tanah, kapal feri, bis antarkota. Seluruh penerbangan dan pemberangkatan kereta api dari Wuhan dibatalkan.

Itu dampak ketakutan manusia terhadap virus Corona, penyakit mematikan yang belum ditemukanpenyembuhnya. Sejauh ini, lebih 600 orang terjangkit Corona di China, 25 di antaranya meninggal dunia. Yang membuat kota Wuhan diisolasi, penyebaran Corona sudah mencapai negara-negara lain seperti Thailand, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Amerika, dan Vietnam.

Dari mana virus itu? Ya dari Wuhan, dari selera purba manusia menyantap hewan unik. Meski masih harus dibuktikan lebih jauh, virus Corona diduga menjangkiti seorang warga yang gemar menyantap sop hewan liar: sop kelelawar. Makanan ini dijual di Pasar Huanan di Wuhan — pasar yang terkenal menjual aneka hewan liar dan tak biasa untuk disantap seperti rubah, anak serigala, beruk merah, unta, burung unta, koala, ular sampai landak. Dan kelelawar, tentunya.

Sebagian orang memang punya selera makan yang aneh. Saya ingat suatu malam di kota Guangzhou. Saya menginap di Hotel Mandarin, tak jauh dari tepian sungai Mutiara. Suatu malam bersama beberapa kawan, kami mampir di restoran seafood di belakang hotel. Baru melangkah masuk, sebuah pemandangan mengejutkan terpampang di balik etalase: monyet panggang dan buaya yang separuh badannya sudah dikuliti dipajang sebagai menu andalan.

Ada pengunjung yang menelan air liur, ada juga yang hampir muntah dan menahan rasa ngeri. Saya mengundurkan langkah pelan-pelan dan berjalan kembali ke hotel, mencari sepotong roti.

Dan kini, dari selera unik seperti itulah, lahir Corona. Berpindah dari hewan menjadi penyakit mematikan pada manusia, lalu yang ditakutkan datang: virus ini ternyata bisa menular antarmanusia.

Wabahnya mengingatkan kita tentang SARS yang juga pertama kali muncul di China pada tahun 2002, lalu menyebar dan menyebabkan kematian ratusan orang di berbagai belahan dunia. Ada juga virus MERS, Ebola, Anthrax dan lain-lain yang timbul tenggelam, bahkan HIV/AIDS yang sudah menjangkiti seluruh kawasan di dunia.

Hampir seluruh penyakit aneh dan mematikan ini lekat dengan cerita asal muasalnya: dari hasrat purba manusia menyantap hewan yang tidak lazim sebagai makanan.

Begitulah. Semoga negeri kita yang kaya dengan beras, sagu, jagung, ikan mas, tongkol, ayam kampung, kangkung dan rebung, terlindung dari marabahaya. Terlalu banyak pintu masuk ke negara kepulauan ini. Ancaman yang datang bukan tentara asing, tapi virus yang mengendap di tubuh manusia yang berkunjung dan harus disambut penuh keramahan.

Loading...