Beranda News Pilgub Lampung Survei Lesla: Herman HN – Sutono Menangi Pilgub Lampung 2018

Survei Lesla: Herman HN – Sutono Menangi Pilgub Lampung 2018

2705
BERBAGI
Direktur Lesla, Ahmad Yulden Erwin memaparkan hasil survei Pilgub Lampung 2018 di Hotel Horison, Jumat (22/6/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Lembaga Survei Lampung (Lesla) merilis hasil survei menjelang Pilgub Lampung 2018. Hasilnya: elektabilitas pasangan Herman HN-Sutono unggul dengan 41,84 persen, disusul Ridho Ficardo-Bachtiar Basri 29,42 persen, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim 19,53 persen, sedangkan Mustafa-Ahmad Jajuli 5,73 persen.

“Ini adalah hasil survei terakhir pada periode Juni 2018. Artinya, jika Pilgub Lampung digelar hari ini,maka Herman HN-Sutono yang menjadi pemenangnya,”kata Direktur Lesla, Ahmad Yulden Erwin, dalam konferensi pers di Hotel Horison Bandarlampung,Jumat (22/6/2018).

Erwin mengatakan meskipun dengan persentase yang berbeda, keunggulan Herman-HN-Sutono atas para pesaingnya konsisten sejak Februari 2018.

Erwin mengatakan,pihaknya sudah melakukan beberapa survei dengan responden penduduk Lampung yang memiliki hak pilih di 15 kabupaten dan kota di Lampung. Yaitu pada Februari,  April, Mei,dan Juni 2018.

BACA: Survei Pilgub Lampung: Ada 30 Persen Warga Lampung Tunggu Sembako

“Masing-masing survei menggunaka metode yang sama,tetapi dengan jumlah responden yang berbeda-beda.Hasilnya,Herman HN-Sutono selalu unggul. Namun,sejauh ini survei tidak pernah kami publikasikan,” katanya.

Survei pada Februari 2018 dengan 2.270 responden di seluruh kabupatendan kota di Provinsi Lampung, survei April 2018 dengan 2280 responden, survei Mei 2280 responden, dan survei pada Juni 2018 dengan 6840 responden di seluruh Kabupaten/Kota di Propinsi Lampung.

“Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka (face to face interview) terhadap responden dewasa dan terdaftar sebagai pemilih di Pilkada Lampung dengan menggunakan kuisioner terstruktur,” katanya.

Metodologi yang dipakai dalam kegiatan survey dan pemetaan ini adalah menggunakan model penelitian sosial (social research) dengan teknik wawancara langsung (interview). Jadi, penelitian ini mengambil langsung data primer dari responden dengan memanfaatkan data sekunder dalam menentukan sampel. Metodologi penentuan sampel menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 97% dan sampling error sebesar 3%. Unit sampling primer survey ini adalah desa/kelurahan dengan jumlah sample masing-masing 10 orang per desa.

Menurut Erwin, metodologi yang dipakai dalam survei ini adalah teknik wawancara langsung (interview) dan penentuan sampel menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 97% dan sampling error sebesar 3%.

“Unit sampling primer survey ini adalah desa/kelurahan dengan jumlah sample masing-masing 10 orang per desa,” katanya.

Dandy Ibrahim

 

Loading...