Beranda News Pilgub Lampung Survei Rakata Institute: 62 Persen Masyarakat Lampung Inginkan Gubernur Baru

Survei Rakata Institute: 62 Persen Masyarakat Lampung Inginkan Gubernur Baru

608
BERBAGI
Konferensi pers Rakata Institute tentang Pilgub Lampung 2018, di Hotel Grand Anugerah Bandarlampung, Kamis (18/5/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Rakata Institute merlis ada 62 persen masyarakat Provinsi Lampung yang menginginkan gubernur baru. Hanya 20 persen yang tidak menginginkan gubernur baru.

Menurut Manajer Riset Rakata Institute, Yuli Harmoko,  tingginya masyarakat Lampung yang menginginkan gubernur baru ini berbanding lurus dengan tingginya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja gubernur dan begitu rendahnya kepuasan terhadap kinerja gubernur.

“Berdasarkan hasil survei ada sebanyak 62 persen yang ingin gubernur baru, 20 persen tidak menginginkan gubernur baru dan sekitar 18 persen menjawab tidak tahu,” kata Yuli, dalam konferensi pers ekspos hasil survei Rakata Institute tentang Pilgub Lampung 2018, di Hotel Anugerah Bandarlampung, Kamis (18/5/2017).

Berdasarkan hasil survei Rakata Institute yang digelar pada 10 – 14 Mei 2017 dengan 1.000 responden itu, sebanyak 59,90 persen responden tidak puas dengan kinerja Gubernur Lampung Ridho Ficardo.

“Yang puas sebanyak 37,40 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab 2,70 persen,” katanya.

Meski begitu, sebagai Gubernur yang masih menjabat, Ridho Ficardo masih diuntungkan. Hal ini terlihat dari popularitas Ridho Ficardo yang sangat tinggi dan mengalahkan tokoh-tokoh lain yang berniat maju dalam Pilgub Lampung 2018.

Survei Rakata Institute menunjukkan popularitas Ridho Ficardo mencapai 90,80 persen, diikuti Herman HN 70,40 persen dan sMustafa 43,70 persen. Kemudian Bactiar Basri 34,60 persen , lalu Alziee Dianis Thabranie 31,31 persen.

Yuli mengatakan survei Rakata Institute menggunakan metode stratified rabdom sampling dengan jumlah responden 1.000 orang di 15 kabupaten/kota , dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan memiliki tingkat toleransi kesalahan plus minus 3 persen.Wawancara terhadap responden dilakukan dengan tatap muka.

Mas Alina Arifin

Loading...