Beranda News Pilgub Lampung Survei Rakata Institute: Ridho Masih Paling Populer, Tapi Elektabilitasnya Jeblok

Survei Rakata Institute: Ridho Masih Paling Populer, Tapi Elektabilitasnya Jeblok

497
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM –Survei terbaru Rakata Institute yang dirilis pada Senin (11/12/2017) menunjukkan petahana Ridho Ficardo masih yang  terpopuler dibandiing Herman HN, Mustafa, dan Arinal Djunaidi. Meski begitu, tingkat keterpilihan (elektabilitas) Ridho Ficardo berada pada posisi buncit jika dibandingkan Mustafa, Herman HN,dan Arina Djunaidi.

Menurut Rakata Institute, Ridho Ficardo masih paling populer (94,00%), disusul Mustafa (79,00%), Herman HN (78,75%), dan Arinal Djunaidi (78,00%).

“Jika diukur sejak bulan Mei hingga Desember 2017 ini maka kenaikan tertinggi atas popularitas kandidat diraih oleh Arinal (+70,30%) diikuti Mustafa (+35,30%), Herman (+8,35%), dan Ridho (+3,20%),”kata Direktur Rakta Institute, Eko Kuswanto, dalam konferensi pers di Music Cafe,Bandarlampung, Senin sore (11/12/2017).

Menurut Eko, elektabilitas gubernur petahana ini adalah terendah dalam kurun waktu satu semester terakhir ini.

“Jika diukur sejak bulan Mei hingga Desember 2017 ini maka kenaikan tertinggi atas elektabilitas kandidat diraih oleh Arinal (+13,75%) diikuti Herman (+3,65%), Mustafa (+3,25%), dan Ridho (-1,90%),” katanya.

Menurut hasil analisis Rakata Institute, sosialisasi yang  masif oleh Arinal dan Mustafa dalam satu semester ini telah menempatkan keduanya masuk menjadi sosok populer jelang Pilgub Lampung 2018.

“Untuk pertama kalinya dalam rentang waktu Mei hingga Desember 2017, petahana berada pada posisi keempat dengan elektabilitas 12%, angka ini berada di bawah Mustafa (18,25%), Herman (17,75%), dan Arinal (14,75%),” kata Eko,

Dengan hasil survei ini, posisi Ridho Ficardo menurut Rakata Institute sangat mengkhawatirkan. Sementara tiga kandidat lain,yakni Mustafa, Herman HN, dan Arinal Djunaidi, makin patut diperhitungkan untuk merebut kursi BE 1.

“Persaingan ketat di antara keempat kandidat akan membuat peta politik terus berubah mengingat swing voters masih cukup tinggi pada angka 37,25%,” kata Eko.

Rakata  Institute melakukan survei jelang Pilgub Lampung 2018 pada tanggal 30 November hingga 4 Desember 2017.

Survei ini menggunakan metode penarikan sampel secara acak berstrata (stratified random sampling) melibatkan 400 responden dari populasi calon pemilih yang terdaftar pada DPT KPU Lampung. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

“Semua populasi pemilih di Provinsi Lampung memiliki kesempatan sama untuk terpilih sebagai responden. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dan toleransi kesalahan (margin of error) ±5%,”kata Eko.

Loading...