Beranda News Pilpres 2019 Survei Terbaru LSI: Elektabilitas Jokowo-Ma’ruf 55,9-65,8 Persen, Prabowo-Sandi 34,2-44,1 Persen

Survei Terbaru LSI: Elektabilitas Jokowo-Ma’ruf 55,9-65,8 Persen, Prabowo-Sandi 34,2-44,1 Persen

4123
BERBAGI
Ekspresi Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat debat kedua Calon Presiden 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 17 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

TERASLAMPUNG.COM — Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI) menunjukkan bahwa tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin 55,9-65,8 persen, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 34,2-44,1 persen.

BACA: Survei Internal BPN: Prabowo 62 Persen, Jokowi 38 Persen

Survei ini dilakukan pada 4-9 April dengan melibatkan 2.000 responden melalui wawancara tatap muka. Survei menggunakan metode multistage random sampling di 34 provinsi dengan margin of error +/- 2,2 persen.

Menurut peneliti LSI Ardian Sopa, pada survei kali ini LSI  menampilkan elektabilitas dengan menyertakan kisaran batas bawah dan batas atas untuk menggambarkan kondisi riil di hari pencoblosan.

“Mengapa ada range (kisaran)? Karena memang kami memperhitungkan margin of error kemudian asumsi golput yang terjadi,” ujar Ardian, di kantor LSI, Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Ardian mengatakan kalkulasi tersebut dilakukan karena pilpres tinggal lima hari lagi.

“Diperlukan proyeksi elektabilitas dengan mempertimbangkan angka margin of error survei dan asumsi golput,” katanya.

Jika dibandingkan dengan hasil survei LSI pada Maret, terjadi penurunan batas bawah kedua pasangan calon. Batas bawah pasangan Jokowi-Ma’ruf turun sebanyak 0,9 persen, sedangkan batas bawah pasangan Prabowo-Sandiaga turun 2,6 persen.

Survei LSI menunjukkan bahwa batas atas kedua pasangan calon mengalami kenaikan. Batas atas Jokowi-Ma’ruf naik sebesar 2,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 0,9 persen.

Tentang penurunan batas bawah dan batas atas tersebut, kata Ardian, hal itu karena dinamika pergerakan margin of error.

TL| BBS

Loading...