Beranda Teras Berita Suryadharma Ali Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Dana Operasional Menteri

Suryadharma Ali Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Dana Operasional Menteri

206
BERBAGI
Suryadharma Ali (dok liputan6.com)

JAKARTA, Teraslampung.com — Selain kasus dana haji, mantan Menteri Agama Suryadharma Ali juga terjerat kasus dugaan korupsi dana operasional menteri (DOM). Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)  menetapkan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penggunaan DOMperiode 2011-2014.

“SDA selaku Menteri Agama Republik Indonesia periode 2009-2014 diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam penggunaan DOM pada Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2011-2014,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugroho di Jakarta, Rabu (15/7).

SDA diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

“Dana tersebut diduga dipergunakan tersangka SDA untuk kepentingan pribadi dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai Menteri Agama, akibatnya, diduga terjadi kerugian keuangan negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” kata  Priharsa.

Sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. “Sprindik (surat perintah penyidikan) awal Juni 2015,” kata Priharsa.

Meski sudah ada surat perintah penyidikan (sprindik) sejak Juni 2015, pengacara Suryadharma Ali, Humphrey Djemat, mengaku belum tahu mengenai penambahan sangkaan kepada kliennya tersebut.

“Sampai saat ini belum ada,” kata Humphrey pada 15 Juni 2015 lalu di gedung KPK.

Sebelumnya Suryadharma sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama periode 2012-2013 dan 2010-2011.

Dalam kasus ini, KPK menduga ada penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Suryadharma yaitu terkait pemanfaatan sisa kuota haji, pemanfaatan fasilitas PPIH dan penyelewengan dalam pengadaan katering dan pemondokan.

Dugaan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp1 triliun pada 2012-2013.

Suryadharma Ali diduga mengajak keluarganya, unsur di luar keluarga, pejabat Kementerian Agama hingga anggota DPR untuk berhaji padahal kuota haji seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat yang sudah mengantre selama bertahun-tahun.

Bambang Satriaji

Loading...