Beranda Pendidikan Susahnya Mencegah Siswa SMA – SMK Rayakan Kelulusan Tanpa Corat-Coret Baju dan...

Susahnya Mencegah Siswa SMA – SMK Rayakan Kelulusan Tanpa Corat-Coret Baju dan Konvoi

1301
BERBAGI
Para siswa konvoi di jalan raya utama Bandarlampung untuk merayakan kelulusan, Selasa (252017). Foto: Sapto Wibowo

TERASLAMPUNG.COM — Corat-coret baju putih seragam sekolah seperti sudah menjadi tradisi yang harus digelar tiap kali pengumuman kelulusan siswa SMA dan SMK tiba. Secara bergerombol, para siswa akan saling mencora-coret baju putihnya dengan cat semprot.

Setelah baju berwarna-warni dengan cat semprot, mereka pun biasanya akan mengendarai sepeda motor secara konvoi. Umumnya mereka berboncengan. Di jalan raya, tak jarang ada juga yang menggeber gas sepeda motor keras-keras hingga jadi perhatian pengguna jalan lainnya.

Mirisnya, sering terjadi insiden dan musibah dalam konvoi tersebut. Biasanya insiden berupa perkelahian antara siswa yang berlainan sekolah. Soalnya biasanya sepele: saling ejek atau saling tersinggung saaat berpapasan di jalan raya.

Sebenarnya pihak sekolah bukannya tidak berusaha mencegah perayaan kelulusan yang cuma hura-hura itu. Pada tahun ini, misalnya, pengumuman kelulusan dilakukan secara online. Meskipun waktu kelulusan ditetapkan pada Selasa malam (2/5/2017) melalui situs masing-masing sekolah, hampir sebagian besar siswa SMA dan SMK di Bandarlampung tetap datang ke sekolah untuk kompak ria menyemprot baju dengan cat. Mereka pun masih melajunjutkan “tradisi lama”: konvoi kendaraan berkeliling kota, lalu berhenti sebentar di tempat tertentu, kemudian konvoi lagi.

Banyak guru yang merasa kewalahan atas perilaku siswanya yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan buruk itu.

Ch Sapto Wiboowo, guru SMKN 5 Bandarlampung, misalnya, mengaku sebelum pengumuman kelulusan pihak sekolahnya menggelar ceramah  agama. Para siswa datang dengan pakaian rapi.

“Tetapi tetap saja, setelah ceramah selesai mereka ganti baju lalu corat-coret dan konvoi,” katanta.

Menurut Sapto, cara lain untuk mencegah para siswa corat-coret baju dan konvoi untuk merayakan kelulusan juga pernah dicoba. Yakni dengan mewajibkan para siswa yang akan lulus mengumpulkan seragam putih abu-abu. Namun, kata Sapto, cara itu juga tidak mempan.

“Tetap saja para siswa ada stok baju untuk dicorat-coret, lalu mereka konvoi,” katanya.

“Tahun ini lebih mengherankan lagi. Kelulusan siswa  diumumkan secara online pada pukul 20.00 hingga pukul 21.WiB. Eh, tetap saja mereka siangnya datang ke sekolah untuk corat-coret baju dan konvoi. Ampun deh…. arep piye meneh…?” imbuhnya.

Mas Alina Arifin

Loading...