Beranda News Nusantara Suspect Virus Corona, WN China Diisolasi di RS Hasan Sadikin Bandung

Suspect Virus Corona, WN China Diisolasi di RS Hasan Sadikin Bandung

339
BERBAGI
Petugas medis di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, mengenakan pakaian pelindung yang nyaris menutup seluruh tubuhnya, Sabtu (25/1/2020). Foto: Getty Image via New York Times
Petugas medis di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, mengenakan pakaian pelindung yang nyaris menutup seluruh tubuhnya, Sabtu (25/1/2020). Foto: Getty Image via New York Times

TERASLAMPUNG.COM — Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merawat warga negara China suspect virus corona, Minggu (26/1/2020). Menurut Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung, dr. Tommy Ruchimat, pasien laki-laki berusia 31 tahun itu datang pada Minggu siang.

“Tadi siang, dari RS Cahaya Kawaluyaan, (RSCK) pasien 31 tahun WNA Tiongkok. Dia dianter sama translaternya dan membawa surat pengantar dari RSCK untuk pemeriksaan dengan dugaan terkena virus Corona itu, ” kata Tommy, dilansir Pikiran Rakyat, Minggu malam (26/1/2020).

BACA: “Horor” di Wuhan: Korban Virus Corona Jatuh Bergelimpangan di Jalan

Tomy mengatakan, pasisn tersebut diperlakukan sebagai suspect karena ada riwayat ada demam, pasien pulang dari Tiongkok 12 hari yang lalu.

“Kami perlakukan sebagai pasien terduga. Kami siapkan alat proteksi diri karena khusus kasus luar biasa. Kita observasi, lakukan pemeriksaan seperti apus tenggorokan, thorax foto, pemeriksaan lab, darah,” katanya.

Sebelum magrib, lanjut dia, pasien disiapkan dulu ruang inap. Untuk diketahui di RSUD terdapat dua ruang Isolasi yaitu di IGD dan yang di Kemuning (Ruang infeksi khusus Kemuning).

“Ada jalur khusus (dari IGD) kita observasi sambil nunggu hasil kita transfer ke RIKK, dan sekarang sudah di RIKK,” kata dia.

BACA: Seorang Warga Negara China Jadi Pasien Suspect Corona di Papua Barat

Baca Juga: Tiongkok di Awal Tahun 2020: Perang Dagang, Ketegangan Natuna, hingga Virus Corona

Tommy pun mengindikasikan, akan adanya tambahan suspect namun belum bisa dipastikan.

“Kemungkinan ada satu lagi, dari dokter spesialis paru tapi tidak langsung ke IGD tapi ke RIKK. Sampel baru mau dikirim besok,” katanya.

Pemerintah China merilis, hingga Minggu (26/1/2020), 41 orang meninggal karena virus corona. Mereka meninggal diduga kuat karena terserang penyakit mirip SARS yang menyerang sistem pernapasan.

Hingga Minggu (26/1/2020), meskipun latar belakang lusinan video orang-orang bertumbangan sepertinya di China, tetapi belum ada penjelasan dari otoritas di China.

Selain di China, kasus virus corona juga dilaporkan terjadi di Vietnam, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Singapura, Hong Kong, Makau dan Jepang. Satu kasus juga telah dikonfirmasi di negara bagian Washington, AS, sementara banyak orang di Inggris juga dicurigai mengidap virus itu.

Semua korban jiwa sejauh ini terjadi di China.

TL/Pikiran Rakyat

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaTangkal Virus Corona, Indonesia akan Tutup Penerbangan ke Seluruh Cina
Artikel berikutnyaTony Eka Candra Bangkitkan Semangat Para Kader Golkar Bandarlampung
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya