Beranda Views Kopi Pagi Tabbayun, Full Day School

Tabbayun, Full Day School

219
BERBAGI

Zuhairi Misrawi

Senin pagi (20/6/2017), saya akhirnya diterima oleh Mendikbud di ruangannya untuk silaturahim. Sudah lama saya ingin silaturahim, karena perhatian saya sangat besar terhadap pendidikan karakter dan mainstreaming Pancasila di sekolah-sekolah umum.

Mas Muhajir, saya biasa menyapanya, seorang yang sederhana, tapi dikenal ulet, pintar, dan berprestasi di dunia pendidikan. Saya kira, perkembangan dunia pendidikan di lingkungan Muhammadiyah tidak lepas dari jasa beliau. Pantas saja Presiden Jokowi menunjuknya sebagai Mendikbud dalam kabinet Kerja menggantikan Anies Baswedan.

Perbincangan kami, akhirnya masuk ke isu yang paling panas, yaitu soal Full Day School. “Saya tidak pernah melontarkan soal Full Day School, Mas”, ujar Mendikbud kepada saya. Beliau melanjutkan, “Mandat saya dari Presiden soal Pendidikan Karakter”.

Jujur saya kaget mendengarkan penjelasan Mendikbud. Karena menurut Mendikbud sendiri, beliau juga menolak Full Day School. Beliau konsern pada pendidikan karakter dan peran maksimal guru untuk menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter.
Bahkan, Mendikbud berjanji dan bersumpah akan memperhatikan Madrasah Diniyah yang selama ini diabaikan.

“Saya juga lulusan Madrasah Diniyah, Mas”, lanjut Mendikbud dengan gayanya yang sangat halus.

Pendidikan karakter nanti akan memperkuat Madrasah Diniyah yang selama ini telah berjasa menanamkan nilai-nilai keagamaam yang ramah dan moderat.

Kemarin juga Presiden Jokowi sudah membatalkan Permendikbud dan berjanji akan memperkuat dengan kajian yang lebih mendalam dengan berbagai ormas. Konon, Perpres nanti akan memberikan perhatian khusus pada Madrasah Diniyah. Semoga saja demikian.

Saya berharap momentum ini dijadikan instrumen untuk mewujudkan pendidikan karakter di sekolah, dan Madrasah Diniyah bisa berperan aktif dan mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Saatnya kita tanggalkan kontroversi Full Day School, yang tidak jelas juntrungannya itu. Kita harus move on agar pemerintah serius soal pendidikan karakter bagi masa depan negeri ini dan anak cucu kita.

Loading...