Tabrak Sejoli dan Buang Mayatnya ke Sungai, Tiga Anggota TNI AD Ditahan

Orangtua menunjukan foto Salsabila dan Handi Harisaputra saat ditemui di rumahnya di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Selasa (14/12/2021). Foto: tribunjabar.com
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Tiga orang anggota TNI Angkatan Darat, pelaku penabrak sejoli di Nagreg Jawa Barat dan membuang jenazahnya ke sungai di daerah Cilacap resmi ditahan.

Kepala Penerangan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Kapen Puspomad), Letkol Cpm Agus Subur Mudjiono mengatakan ketiganya ditahan sementara atas perintah pihak penyidik dari POMAD.

“Untuk ke-3 (tiga) orang tersangka sudah dilakukan penahanan sementara oleh Penyidik POMAD untuk dilakukan pemeriksaan penyidikan,” kata Agus, dilansir  CNNIndonesia.com pada  Sabtu (25/12).

Penahanan ini menurut Agus dilakukan setelah Polres Bandung menyerahkan penyidikan perkara ketiga pelaku anggota TNI itu ke pihak Pomdam III Siliwangi. Setelah dilimpahkan, pihak penyidik langsungmenggali keterangan dari terduga pelaku mengenai peristiwa tersebut.

“Atas pelimpahan perkara tersebut Pomdam III/SLW langsung melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan atas perkara tersebut,” kata Agus.

Para pelaku yang resmi ditahan itu yakni Kolonel Infanteri P (Korem Gorontalo, Kodam Merdeka), Kopral Dua DA (Kodim Gunung Kidul, Kodam Diponegoro) dan Kopral Dua AH (Kodim Demak, Kodam Diponegoro).

Panglima TNI Jendral Andika Perkasa sebelumnya mengatakan, ketiganya bisa dihukum seumur hidup penjara atas perbuatan tersebut. Hal ini sesuai dengan jerat hukum yang disangkakan terhadap ketiganya yakni salah satunya Pasal 340.

Kasus ini bermula saat dua orang sejoli ditabrak oleh mobil Panther berpelat B pada 8 Desember di dekat SPBU Nagreg, Kabupaten Bandung. Dalam kecelakaan itu, netizen sempat memotret orang yang berada di dalam mobil Panther ketika menggotong korban termasuk nomor polisi mobil pelaku.

Warga yang menyaksikan peristiwa itu mengira korban hendak dibawa ke rumah sakit. Tapi kedua orang tua korban tidak menemukan korban setelah mencari di seluruh rumah sakit dan puskesmas di sekitarnya.

Setelah dilakukan pencarian, pada (11/12) jasad keduanya ditemukan di dua lokasi berbeda. Jasad Handi ditemukan di Sungai Serayu, Banyumas. Sementara jasad Salsabila ditemukan di aliran Sungai Serayu di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.