Beranda Hukum Kriminal Tahanan Kasus Perampokan Kabur dari Rutan Polda Lampung

Tahanan Kasus Perampokan Kabur dari Rutan Polda Lampung

745
BERBAGI
Wisnu Herlambang (paling kanan dengan wajah menunduk) bersama Yuswadi alias Yus dan Mustakim alias Takim saat diperiksa di Mapolda Lampung pada 13 Desember 2016 lalu.
Wisnu Herlambang (paling kanan dengan wajah menunduk) bersama Yuswadi alias Yus dan Mustakim alias Takim saat diperiksa di Mapolda Lampung pada 13 Desember 2016 lalu.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Salah seorang tersangka kasus perampokan yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Lampung, Wisnu Herlambang (40), berhasil meloloskan diri dari dalam Rutan Mapolda Lampung, Minggu (24/1/2016) lalu. Kaburnya tersangka Wisnu dari dalam tahanan tersebut, mengelabui petugas penjaga tahanan meminta izin untuk sholat.

Terkait kaburnya tahanan kasus perampokan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Zarialdi saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan, bahwa tersangka Wisnu Herlambang (40) warga Kecamatan Metro Pusat, tersangka kasus perampokan kabur dari Rutan Polda Lampug.
Untuk mencari keberadaan tersangka Wisnu, pihaknya sudah membentuk tim untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka.

“Kami sudah bentuk tim, saat ini tim  masih bekerja di lapangan mencari keberadaan tersangka Wisnu. Petugas sudah mendapatkan petunjuk keberadaan Wisnu, mudah-mudahan tersangka dapat segera tertangkap kembali,”kata Zarialdi, Kamis (28/1/2016).

Informasi yang dihimpun, tersangka Wisnu Herlambang berhasil kabur dari tahanan, setelah berpura-pura meminta ijin kepada petugas penjagaan untuk menunaikan ibadah sholat. Petugas memperbolehkan Wisnu untuk menunaikan sholat, lalu mengeluarkan Wisnu dari dalam sel tahanan.

Pada saat Wisnu pergi ke Masjid di Mapolda Lampung, petugas tidak melakukan pengawasan ekstra terhadap Wisnu dan membiarkan tersangka pergi ke masjid sendiri. Ternyata Wisnu bukannya shalat, tetapi justru dimanfaatkan untuk kabur dari Rutan Mapolda Lampung.

Sementara Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih saat dikonfirmasi melalui ponselnya menuturkan, terkait dengan kaburnya Wisnu Herlambang, mengatan  petugas dari Bidang Propam masih melakukan pemeriksaaan terhadap anggota yang menjaga Wisnu.

“Saat ini petugas masih menyelidiki, ada atau tidaknnya faktor kesengajaan petugas hingga tersangka Wisnu bisa kabur dari tahanan,”ujar Sulis, Kamis (28/1/2016) malam.

Menurutnya, anggota Polda Lampung yang melakukan penjagaan akan ditindak karena kelalaiannya sehingga tersangka Wisnu Herlambang bisa lolos melarikan diri dari tahanan.

Tersangka Wisnu Herlambang merupakan pelaku perampokan mobil travel warna abu-abu metalik BE 2630 YE bersama kedua rekannya, tersangka Yuswadi alias Yus (30) warga Desa Jepara, Lampung Timur dan Mustakim alias Takim (33) warga Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

SIMAK: Tiga Perampok Bersenjata Api Ditembak Tim Tekab 208 Polda Lampung

Ketiga tersangka merampok korban Syarifudin (53) warga Jalan Imam Bonjol Gang Tirta Kencana, Kelurahan Langkapura Bandarlampung, pada Minggu (6/12/2015) lalu di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur.

Modus perampokan Wisnu Cs, berpura-pura menyewa mobil travel. Komplotan Herlambang, beraksi menggunakan senjata api dan menembak korbannya. Mobil hasil rampokan, dijual para tersangka kepenadahnya di daerah Sumatera Selatan.

Tekab 308 Polda Lampung meringkus Wisnu Herlambang di rumah kontrakannya di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Sumber Agung, Kemiling, pada Jumat (11/12/2015) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat ditangkap, tersangka melakukan perlawanan, petugas melumpuhkan tersangka dengan melepaskan tembakan di kakinya. Dari rumah Wisnu, petugas menyita barang bukti dua pucuk senjata api rakitan, satu pucuk senjata senjata laras panjang shoft gun dan enam butir peluru kaliber 5,56 mm.

Dari keterangan Herlambang, petugas kemudian menangkap tersangka Takim dan Kuswadi di Desa Braja Caka, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, pada Jumat (11/12/2015) malam. Pada saat ditangkap, kedua tersangka sedang pesta sabu-sabu lalu keduanya berusaha melarikan diri.

Petugas melumpuhkan Takim dan Kuswadi dengan timah panas di kakinya. Dari tangan kedua tersangka, disita satu buah alat isap sabu (bong), pirex dan sabu sisa pakai, tiga unit telephon genggam dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Untuk barang bukti penggeledahan dirumah para tersangka, disita satu lembar STNK, satu buku tabungan tiga kartu ATM, satu buah ponsel, tiga plat nomor mobil dan beberapa alat mobil yang sudah dipreteli.

Loading...