Beranda Pendidikan Tak Ingin Sekolahnya Ditutup, Pelajar SMKN 9 Galang Koin di Bundaran Adipura

Tak Ingin Sekolahnya Ditutup, Pelajar SMKN 9 Galang Koin di Bundaran Adipura

34
BERBAGI
Hasil penggalangan koin untuk SMKN 9 Bandarlampung pada Jumat, 22 Juli 2016.

#Penggalangan Dana Pertama Terkumpul 4.740 koin

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Para pelajar SMKN 9 Bandarlampung bersama para guru dan elemen peduli SMKN 9 Bandarlampung, melakukan aksi penggalangan koin di bundaran Tugu Adipura, Jumat (22/7/2016). Para pelajar melakukan aksi tersebut, agara sekolah mereka tidak ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Ketua OSIS SMKN 9 Bandarlampung, Jose Alpane mengatakan, bahwa adanya ide untuk pengumpulan koin tersebut, muncul sekitar dua hari yang lalu. Menurutnya, hal tersebut dilakukannya, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung tidak menutup sekolah tempatnya belajar.

“Memang harus ada aksi, dan aksi ini harus dilakukan dihadapan khalayak umum agar semua masyarakat melihat dan mengetahuinya. Selain itu juga, agar mau mendukung upaya kami para siswa SMKN 9,”ujar Jose, Jumat (22/7/2016).

Dikatakannya, selain melakukan aksi pengumpulan koin ini, ia juga telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat yang ditulis tangan tersebut, berisikan permohonan dan permintaan agar sekolahnya SMKN 9 Bandarlampung tidak ditutup.

Penggalangan koin untuk SMKN 9 Bandarlampung.
Penggalangan koin untuk SMKN 9 Bandarlampung di Bundaran Adipura Bandarlampung.

Jose juga menuturkan, pada hari pertama aksi penggalangan koin yang dilakukannya bersama rekan-rekan pelajar SMKN 9 lainnya, telah terkumpul sebanyak 4.740 koin.

“Ya untuk total koin yang terkumpul sabanyak 4.740 koin, untuk pembangunan SMKN 9 kami butuh tidak sedikit. Kami berharap, seluruh masyarakat mendukung keberadaan SMKN 9 Bandarlampung,”pintanya.

Sementara koordinator guru SMKN 9 Bandarlampung, Destamrini mengatakan, pengumpulan koin yang dilakukannya bersama para pelajar SMKN 9 ini, dimaksudkan untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung yang kekurangan anggaran.

“Kami semua (guru) bersama elemen yang pendukung nasib SMKN 9 Bandarlampung, meminta Pemkot Bandarlampung agar memikirkan nasib ratusan siswa dan sekolahnya jika ditutup,”ungkapnya.