Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Takut “Kursi Panas”, Izhar Karim Dikabarkan Tolak Jabatan Kadis Pendidikan Lampung Utara

Takut “Kursi Panas”, Izhar Karim Dikabarkan Tolak Jabatan Kadis Pendidikan Lampung Utara

291
BERBAGI

‎Feaby/Teraslampung.com

Kantor Dinas Pendidikan Lampung Utara (Ilustrasi/Feaby)

Kotabumi–Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara yang baru, Izhar Karim, santer dikabarkan men‎olak jabatan barunya tersebut. Indikasi penolakan ini juga diperkuat dengan tidak hadirnya yang bersangkutan dalam prosesi rolling yang dilakukan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, Jumat (24/4) sekitar pukul 10:00 WIB.

‎Penolakan atas jabatan Kepala Dinas Pendidikan ini tentu menimbulkan pertanyaan. Sayangnya, Izhar Karim belum bisa dikonfirmasi perihal kabar penolakan jabatan barunya itu.

Kabar terkait penolakan Izhar menjadi Kepala Dinas Pendidikan ini juga diakui oleh salah seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab. Kendati demikian, pejabat eselon II ini menolak untuk disebutkan namanya. “Kabarnya gitu. Beliau (Izhar) nolak jabatan tersebut,” kata dia, Senin (27/4).

Sumber tersebut mengaku, penolakan Izhar atas jabatan itu bisa dilihat dengan ketidakadilan Izhar dalam prosesi pelantikan pekan lalu. “(Dengan tidak hadir dalam pelantikan) Itu sama dengan mengundurkan diri,” katanya.

‎Sementara, salah seorang pejabat eselon III yang juga menolak disebutkan jati dirinya mengakui telah mendengar kabar tersebut. “Saya dapat kabarnya (mundurnya Izhar dari Kepala Dinas Pendidikan) dari orang dekat Pak Izhar,” terang dia.

Sumber tersebut mengatakan,  penolakan Izhar terhadap jabatan baru yang dipercayakan Bupati itu diduga dilatarbelakangi oleh maraknya perkara yang selalu melilit Dinas Pendidikan Lampura ‎tiap tahunnya. Hampir tiap tahunnya, Dinas Pendidikan termasuk Dinas Pendidikan Lampura selalu terlilit ‘persoalan’ hukum. Kursi Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara dianggap oleh Izhar sebagai “kursi panas”.

“Beliau sepertinya enggak mau pusing,” jelasnya.

Menurut sumber tersebut, Izhar  lebih memilih tak mendapat jabatan sama sekali alias nonjob ketimbang harus tetap memangku jabatan ‘panas’ tersebut. “Kasarnya ngomong, dia (Izhar) milih nonjob daripada harus di situ (Dinas Pendidikan),” papar dia.

‎Sementara Kepala Dinas Tata Kota, Mahendra, mengaku belum mendengar informasi penolakan Izhar terhadap jabatan barunya. Namun demikian, jika itu memang terjadi maka hal itu sama saja menolak perintah pimpinan.

“Saya belum dengar. Kalau memang seperti itu, itu sama saja menolak perintah pimpinan,” katanya.

Baca Juga: Mantan Kadisdik Lampura Bisa Bebas
Baca Juga: Korupsi Tunjangan Sertifikasi, Berti Astuti Divonis 8 Tahun Bui
Baca Juga: Dituntut 9 Tahun, Pejabat Dinas Pendidikan Lampung Utara Pingsan