Beranda News Lampung Takut Majikan, Delapan Tahun TKI asal Tanggamus Ini Tidak Pulang Kampung

Takut Majikan, Delapan Tahun TKI asal Tanggamus Ini Tidak Pulang Kampung

247
BERBAGI
Siti Masitoh didampingi petugas BP3TKI Lampung dan staf Bank Mandiri usai mengurus pemindahan rekening Siti Masitoh ke rekening bank dalam negeri.

TERASLAMPUNG.COM — Siti Masitoh, seorang perempuan asal Desa Sri Menganten, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung kini dapat menghirup segarnya udara kampung halaman.

Perempuan dengan perawakan kecil mungil ini tak kuasa membendung tangisnya saat berbincang dengan petugas BP3TKI Lampung. Dihadapan petugas, dirinya mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dirinya sehingga dapat kembali ke tanah air serta menyampaikan permintaan maafnya karena mersa merepotkan banyak pihak.

Sejak tahun 2009, dirinya berangkat ke Malaysia melalui seorang berinisial A yang juga tetangganya. Selama itu pula dirinya tidak pernah pulang ke Indonesia.

“Bahkan sampai ketika orangtu saya meninggal pada November 2016 lalu saya tidak bisa pulang,” kata Siti.

Siti mengungkapkan perasaan takutnya bekerja di negeri jiran. Ia mengaku bekerja dalam tekanan dan takut untuk berbicara kepada siapa pun. Bahkan saat ia juga  tidak memberikan informasi secara utuh ketika dipanggil ke perwakiilan RI untuk ditanya mengenai keinginannya untuk pulang.

“Saya takut dimarahi oleh majikan,” katanya.

Keberadaan dan keadaan Siti awalnya bias sampai waktu ketika Baehaki, adik kandung siti melaporkan status adiknya ke BP3TKI Lampung pada Februari 2017 bersama dengan Telepon Sahabat Anak (Tesa) Lampung yang mengungkapkan permasalahan TKI Overstayer tersebut dengan informasi minim sehingga butuh waktu tiga bulan untuk memfasilitasi kepulangannya ke daerah asal.

Sejatinya dirinya pulang untuk cuti dan harus kembali ke rumah majikan pada Sabtu (1/7/2017). Itu karena Siti masih dipertahankan oleh majikan.

Sang majikan sudah  membelikan siti tiket kembali ke Malaysia pada tanggal tersebut dan sebagian upahnya disimpan oleh majikan.

Siti tak ambil pusing, yang ada di pikirannya hanyalah pulang ke tanah air. Kesempatan itupun diambilnya sehingga Sabtu (17/06) Siti akhirnya dipulangkan. Sesampainya di Lampung Siti mengakui bahwa dirinya tidak akan berangkat bekerja kembali dan bersyukur bisa kembali ke kampung halaman.

Sebagian gajinya sebesar Rp82.149.750,- pun hari ini (22/06) sudah dapat diambil di Bank Mandiri setelah melalui upaya yang tidak mudah mengingat identitas Siti seperti KTP, KK dll ttdak dimilikinya sehingga mengharuskan penangguhan melalui surat keterangan sementara.

Kepala  BP3TKI Lampung, Mangiring Hasoloan Sinaga, melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan, Waydinsyah mengimbau Siti dan keluarga untuk menggunakan uang tersebut dengan bijak

“Berapa banyak pun uang akan habis tapi kalau dibuatkan sesuatu yang produktif misalnya usaha akan lebih bermanfaat” imbau Way.

Terkait dengan sisa gajinya yang terdapat pada Hong Leong Bank, BP3TKI Lampung akan berupaya berkoordinasi melalu perwakilan RI yang ada di Malaysia sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara penempatan.

RL/BP3TKI Lampung 

Loading...