Taman Budaya Lampung Helat Pergelaran Seni Komunitas Seni

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Kepala Taman Budaya Lampung Saprul Al Hadi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung membuka Pergelaran Seni Komunitas Seni se-Bandarlampung, Senin (23/11/2020).

Pergeraran seni di masa pandemi ini menerapkan protokol kesehatan. Tidak ada penonton umum, dan direkam lalu tayang di kanal Youtube Taman Budaya Lampung tadi malam.

Pada kesempatan itu, Saprul yang baru menjabat kepala UPTD TBL tersebut menyambut baik kegiatan seni, yang memampilkan pertunjukan seni sastra, musik, tari, dan teter.

Menurut Saprul, pergeralan ini mengusung tema seni di tengah perubahan global diharapkan dapat menjadi bagian penting peradaban manusia.

Pergeleran seni hari pertama menghadirkan komunitas seni dengan menampilkan musikalisasi puisi.

Pentas komunitas seni independen itu dibuka dengan Komunitas Pupets, lalu Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Kosakata, Rumah Sastra, dan Lentera Keomatika.

Mereka menampilkan puisi penyair Indonesia, seperti Iswadi Pratama, Sapardi Djoko Damono, Isbedy Stiawan ZS, dan Ahmad Yulden Erwin.

Setiap grup tampil berdurasi di atas 10 menit. Bahkan, Lamban Sastra yang dikomandoi Erika Novalia Sani dan Muhammad Alfariezie tampil 16 menit.

Di sela pementasan, Kepala Taman Budaya Lampung Saprul sangat mengapresiasi penampilan 5 komunitas seni. Di tengah situasi pandemi yang mendera, para seniman tetap berkreativitas.

Hal itu diakui Erika Novalia Sani, direktur Lamban Sastra Isbedy Stiawan. Sejauh ini, pihaknya masih berupaya berkreasi dan menumbuhkan kehidupan berkesenian.

Lamban Sastra, imbuh dia, menampilkan musikalisasi puisi karya Isbedy Stiawan ZS berjudul “Kot Cahaya” (2003).

Sebuah puisi sebagai dedikasi pada Kota Tanjungkarang-Telukbetung (kini Bandar Lampung), diperkuat personel Muhammad Alfariezie, Rahmat Widianto (musik), Rafila Trisha Ananda, Fitri Angraini Rofar (penyanyi), dan pembaca puisi oleh Erika Novalia Sani, Torro Biyas.

Pencinta seni yang juga banyak mendukung kegiatan Lamban Sastra, Muchlas E. Bastari dan Iberahim Bastari sangat mengapresiasi pementasan musikalisasi puisi “Kota Cahaya” ini.

“Saya sudah nonton di youtube, saya suka,” ucap Muchlas, owner Pondok Santap Taman Untung di Jl Taman Untung Surapati, Labuhanratu.

Sementata Iberahim mengatakan, dia sudah memberi jempol untuk “Kota Cahaya” di kanal Taman Budaya Lampung.

 

  • Bagikan