Tambah Satu, Warga Lampura yang Meninggal karena Covid-19 Jadi 13 Orang

  • Bagikan
Pemakaman jenazah korban virus corona di TPU Kelurahan Sekincau, Lampung Barat, Sabtu petang (4/4/2020),
Pemakaman jenazah korban virus corona di TPU Kelurahan Sekincau, Lampung Barat, Sabtu petang (4/4/2020),

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Jumlah pasien meninggal dunia yang positif maupun diduga dicurigai terpapar Covid-19 di Lampung Utara naik dari 11 orang menjadi 13 orang. ‎Hal itu dikarenakan adanya dua pasien yang meninggal dunia dalam rentang waktu tiga hari belakangan ini.

“Pasien yang meninggal akibat positif atau dicurigai terpap‎ar Covid-19 sampai saat ini berjumlah 13 orang,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Lampung Utara, Dian Mauli, Rabu (13/1/2021).

Kasus dua pasien yang meninggal dunia itu terjadi hanya dalam rentang waktu tiga hari, yakni Minggu hingga Selasa. Keduanya berasal dari Kecamatan Kotabumi Selatan.

Untuk pasien yang meninggal dunia pada Minggu (10/1/2021), statusnya telah dinyatakan positif terpapar setelah hasil tes swab yang bersangkutan diterima. Akan tetapi, sebelum meninggal, status yang bersangkutan masih dicurigai terpapar.

“Kalau untuk kasus yang meninggal dunia pada Selasa kemarin, statusnya masih dicurigai karena hasil tes swab-nya belum kami terima,” kata dia.

Dian menuturkan, untuk kasus meninggal dunia terbaru, yang bersangkutan dikebumikan di pemakaman khusus Covid-19 di Desa Tanjungiman, Abung Selatan. Jenazah yang bersangkutan dimakamkan malam itu juga.

“Merujuk pada protokol kesehatan yang ada jika ada penolakan dari warga sekitar maka terpaksa dimakamkan di pemakaman tersebut,” urainya.

Sampai saat ini, jumlah kasus pasien positif Covi‎d-19 Lampung Utara telah mencapai 666 kasus. Rinciannya, 539 orang selesai menjalani isolasi, dan 114 sedang mengisolasi diri, serta 13 kasus meninggal dunia.

Loading...
  • Bagikan