Beranda News Nusantara Tambang PT Freeport Runtuh, Satu Orang Tewas Tertimbun

Tambang PT Freeport Runtuh, Satu Orang Tewas Tertimbun

212
BERBAGI
Terowongan di areal tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura. (Foto: dok tabloidjubi.com)

TEMBAGAPURA, Teraslampung.com — Longsor kembali terjadi di areal tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia, West Muck Bay,  Jumat (12/9) sekitar pukul 23.30 WIT. Satu karyawan dikabarkan masih tertimbun tanah sampai saat ini sementara satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Juru Bicara PT. Freeport Indonesia,  Daisy Primayanti, mengatakan musibah  ground failure atau jatuhnya material berupa batuan dan tanah, saat aktivitas ground support sedang berlangsung.

“Material tersebut kemudian menutupi sebagian  kendaraan jumbo drill yang tengah beroperasi. Satu orang operator jumbo drill selamat, sedangkan satu orang rekannya saat ini masih dalam proses evakuasi,” kata Daisy, seperti dilaporkan tabloidjubi.com, Sabtu (13/9).

Menurut Daisy, ketika musibah terjadi manajemen PT. Freeport langsung menerjunkan tim tanggap darurat untuk melakukan pertolongan dan evakuasi. “PT FI juga melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam,” ujarnya.

Tambang bawah tanah PT. Freeport sudah beberapa kali mengalami longsor dan makan korban.  Pada 14 Mei, 2014 lalu, longsor terjadi di area bawah tanah, Big Gossan ketika para karyawan sedang diberikan pelatihan dalam ruang kelas berukuran kurang lebih 511 meter. Saat itu sedikitnya 28 orang meninggal dunia lantaran terperangkap longsong dan sepuluh  lainnya selamat.

Kejadian kala itu sempat memunculkan berbagai kritik. DPR Papua menilai, indisiden tersebut merupakan catatan buruk bagi tambang raksasa itu. Bahkan Freeport dianggap lalai memperhatikan keselamatan kerja karyawannya.

“Ini jadi catatan penting bagi Freeport untuk lebih melihat sisi safety  atau keselamatan karyawan dari semua aspek. Disini kami lihat sepertinya ada kelalaian dari Freeport. Ini jadi catatan buruk bagi mereka karena kita tahu mereka punya alat yang cukup canggih tapi kenapa itu bisa terjadi,” kata Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda ketika itu.

Sementara itu, Polda Papua dalam rilisnya menyebutkan, pihaknya mendapatkan informasi adanya longsor di PT FI pada Sabtu dinihari (13/9/2014) WIT dari Kapolsek Tembagapura AKP Sudirman.

Menurut AKP Sudirman, longsor terjadi di area Grasberg Block Cav ((GBC 2) Level  2760 T di rail shop road West Muckby. Dalam musibah itu, menurut AKP Sudirman,  sebuah alat berat berupa Jumbo Jack no 117 telah tertimbun runtuhan batu saat pekerja sedang memasang alat pengaman terowongan berupa besi screen di langit-langit langit terowongan. Langit-langit itu tiba-tiba runtuh sehingga pekerja tertimbun longsoran.

Korban bernama Roby Hermawan, asal Jawa Barat, adalah seorang karyawan PT Redpath (perusahaan  operator alat berat). Korban baru bisa dievakuasi pada Minggu ( 14 /9) sekitar pukul 00.30 WIT. Selanjutnya korban yang tubuhnya hancur dan susah dikenali itu dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura.

Sumber: tabloidjubi.com

Loading...