Beranda Hukum Tanahnya akan Digusur Proyek Stasiun KA Bandara, 100 KK Warga Branti Resah

Tanahnya akan Digusur Proyek Stasiun KA Bandara, 100 KK Warga Branti Resah

585
BERBAGI
Tokoh masyarakat Branti Raya, Bustam Stiabudi dan Ragil Purnomo (berpeci)
Tokoh masyarakat Branti Raya, Bustam Stiabudi dan Ragil Purnomo (berpeci)

TERASLAMPUNG.COM — Warga Kelurahan Branti Raya, Lampung Selatan kecewa dengan sikap Pemprov Lampung yang tidak pernah mengajak dialog dalam rencana pembangunan stasiun kereta api Bandara Raden Intan – Bandarlampung.

“Kami tidak pernah diajak dialog tentang rencana pembangunan stasiun itu, sepengetahuan saya baru kepala desa saja yang diundang, kami ada 100 KK kok dicuekin” kata tokoh masyarakat Branti Raya Bustam Stiabudi dan Ragil Purnomo kepada teraslmapung.com, Senin 18 November 2019 di Kantor LBH Bandarlampung.

Bustam Stiabudi yang didampingi Ragil Purnomo mengungkapkan, kabar pembangunan stasiun kereta api itu meresahkan warga Branti Raya sebab selama ini Pemprov Lampung tidak pernah memberikan informasi yang jelas.

“Warga kami resah karena tidak pernah diajak dialog, kami tidak tahu di mana letak stasiun itu, yang kami tahu hanya kabar dari media sosial,” ungkapnya.

Menurut Bustam Stiabudi,dia sudah menempati tanah miliknya sejak tahun 1960 dan merupakan tanah warisan keluarga tanah tersebut merupakan eks register 48 yang sudah dialihfungsikan.

“Tanah itu awalnya milik Dinas Kehutanan. Selanjutnya tahun 1999 Pak Oemarsono (Gubernur Lampung ketika itu) mengajukan pelepasan tanah Register 48 pada  2000. Departemen Kehutanan kemudian menerbitkan  surat pelepasan dari Kementrian Kehutanan kepada Pemprov Lampung. Pemprov Lampung selanjutnya menginformasikan kepada masyarakat jika ingin memiliki tanah tersebut langsung membayar alih fungsi lahan sesuai dengan tanah yang dikuasai dan membayar sesuai dengan Perda,” jelasnya

Ragil Purnomo, juga tokoh masyarakat Branti Raya, berharap untuk ketenangan warga Branti Raya Bustam meminta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengadakan dialog dengan warga.

“Kami meminta Pak Gubernur untuk dialog dengan warga agar warga mendapat informasi yang valid dan kejelasan mengenai stasiun kereta api bandara itu,” katanya.

Dandy Ibrahim

Loading...