Beranda Hukum Tanggapan Polda Lampung tentang Unjuk Rasa Penembakan Terduga Begal dan Bandar Narkoba

Tanggapan Polda Lampung tentang Unjuk Rasa Penembakan Terduga Begal dan Bandar Narkoba

531
BERBAGI
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG —Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Masyarakat Lampung (Germala)untuk  memprotes penembakan lima terduga begal dan tiga terduga bandar narkoba,  di depan Mapolda Lampung, Selasa (16/5/2017).

“Aksi itu kan merupakan hak mereka dalam menyampaikan aspirasi dan kritik mengenai kinerja kepolisian dalam penanganan tindak pidana penyalahgunaan narkoba,”ujarnya kepada teraslampung.com saat di temui di Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, Selasa (16/5) petang.

Dikatakannya, dengan adanya aspirasi dan kritik yang disampaikan massa itu, pihaknya bisa mengambil nilai fositifnya. Kedepannya, pihaknya bisa melakukan tugas lebih baik lagi.

Saat disinggung mengenai proses penangkapan hingga menewaskan tiga terduga pengedar narkoba tersebut, mantan Kapolres Lampung Timur ini menegaskan, dalam menjalankan tugas, anggota Ditresnarkoba Polda Lampung melakukan tugasnya sesuai dengan SOP.

“Jadi pada saat penangkapan, selain menyita barang bukti narkoba jenis ganja seberat 170 Kg. Petugas juga menyita tiga pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta amunisinya,”paparnya.

Menurutnya, senjata api tersebut, yang digunakan para tersangka untuk melawan petugas saat dilakukan penyergapan.

Kemudian saat disinggung mengenai adanya seorang saksi yang dibebaskan pada saat penyergapan, Abrar membenarkan, ada satu orang yang dibebaskan dan diturunkan dari mobil petugas. Karena orang tersebut, tidak terlibat dalam tindak pidana narkotika.

“Benar ada satu orang yang dibebaskan, karena orang tersebut adalah tamu dan tidak terlibat dalam tindak pidana narkotika. Rencananya dalam waktu dekat ini, kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,”jelasnya.

Loading...