Beranda News Peristiwa Tanggul Bendungan Way Gatel Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir

Tanggul Bendungan Way Gatel Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir

2441
BERBAGI
Banjir di depan pon bensin Wates, Pringsewu (Foto: Muhammad Yamin Mangku Bumi | Pringsewu Community)

TERASLAMPUNG.COM — Tingginya curah hujan pada Sabtu petang,16 Februari 2019, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Lampung. Salah satu wilayah terparah adalah Pekon (Des) Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.

Banjir di Gadingrejo antara lain disebabkan jebolnya tanggul Way Gatel Gading Rejo akibat tidak mampu menahan kapasitas air. Akibatnya, air meluap ke jalan di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) dan areal persawahan.

BACA: Longsor Landa Tanggamus, Banjir Genangi Jalan di Pringsewu

Kapolsek Pringsewu, Kompol Eko Nugroho, mengatakan tinggi genangan air yang masuk wilayah permukiman 15 cm hingga 1, 5 meter.

“Areal pesawahan yang mengalami genangan di Kecamatan Pringsewu akibat curah hujan terjadi di Pekon Sidoharjo RT 06/RW.04 Kecamatan Pringsewu,” katanya, Minggu, 17 Februari 2019.

Eko memperkirakan, lahan sawah yang terendam banjir di Pekon Sidoharjo ada 3 hektare,  Pekon Margakaya sekitar 2 hektare.

BACA: Ini Bendungan Way Gatel yang Tanggulnya Jebol dan Sebabkan Banjir di Pringsewu

Sementara Kepala Pos Polisi Ambarawa, Bripka Budi Hartono, mengungkapkan areal sawah yang terendam banjir di Kecamatan Ambarawa akibat jebolnya tanggul Way Gatel mencapai ratusan hektare.

“Selain merendam sekitar 200 hektare sawah, banjir juga merendam satu rumah milik warga di Pekon (Desa) Ambarawa Timur,”katanya.

Susilo, warga Wates, Kabupaten Pringsewu, mengaku banjir yang terjadi di Pringsewu tidak hanya disebabkan jebolnya bendungan Way Gatel.

“Banjir juga terjadi karena banyak siring mampet. Jalan raya dengan drainase yang buruk menyebabkan air meluap ke jalan,” katanya.

Genangan air banjir di wilayah Wates terlihat ada di sejumlah ruas jalan lintas barat sehingga para pengendara yang melintas harus pelan-pelan menjalankan kendaraannya.

Dewira | B. Satriaji | BBS

Loading...