Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Tanggul Way Katibung Jebol, Ratusan Hektare Sawah di Tiga Desa Kecamatan Candipuro...

Tanggul Way Katibung Jebol, Ratusan Hektare Sawah di Tiga Desa Kecamatan Candipuro Terendam

802
BERBAGI
Ratusan hektar sawah di tiga desa di Kecamatan Candipuro terendam banjir akibat tanggul sungai Way Katibung yang berada di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan jebol.
Ratusan hektar sawah di tiga desa di Kecamatan Candipuro terendam banjir akibat tanggul sungai Way Katibung yang berada di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan jebol.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

CANDIPURO — Tanggul sungai Way Katibung yang berada di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan jebol karena tidak kuat menampung derasnya air sungai, Rabu dinihari (8/1/2020). Akibatnya, ratusan hektare lahan sawah di tiga desa di Kecamatan Candipuro terendam luapan air sungai. Ratusan areal persawahan pun berubah seperti danau.

Informasi yang didapat teraslampung.com, ratusan hektare areal persawahan ketiga Desa di Kecamatan Candipuro yang terdampak luapan banjir Sungai Way Katibung itu adalah Desa Sinar Pasemah, Desa Beringin Kencana , dan Desa Banyumas dengan total 300 hektare sawah. Sebagian lahan sawah yang terendam banjir, ada yang belum dan ada juga petani yang sudah tanam.

Salah seorang warga setempat, Mansyur (52) kepada teraslampung.com mengatakan, jebolnya tanggul sungai Way Katibung dan merendam ratusan hektar lahan sawah, terjadi mulai Rabu (8/1/2020) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

“Jebolnya dinihari tadi. Penyebabnya lantaran air Sungai Way Katibung meluap. Tanggul yang jebol ini, diperkirakan lebarnya sekitar 30 hingga 50 meter,”ujar bapak tiga orang anak yang berprofesi sebagai petani, Rabu (8/1/2020) siang.

Dikatakannya, sebelumnya hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Candipuro. Karena derasnya air, mengakibatkan air sungai Way Katibung meluap dan menyebabkan tanggul jebol karena tidak kuat menahan arus deras air dari sungai tersebut.

“Luapan air sungai Way Katibung ini, menjadikan areal lahan pesawahan di Desa Sinar Pasemah dan desa lainnya seperti Beringin Kencana dan Banyumas menjadi seperti danau. Alhamdulilah sekali mas, para petani banyak yang belum tanam dan rata-rata masih baru selesai membajak sawah. Tapi semaian bibit padi, hanyut semuanya terbawa arus air,”ungkapnya.

Jebolnya tanggul Way Katibung di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro tersebut, sebelumnya pernah terjadi empat tahun silam yakni pada tahun 2017 lalu dan baru kali ini terjadi lagi di awal tahun 2020. Tanggul Way Katibung tersebut, telah diperbaiki pada tahun 2017 lalu oleh Balai Besar Way Sekampung (BBWS) dan Mesuji Provinsi Lampung.

“Ya benar, memang pernah tangulnya jebol parah seperti ini itu terjadi pada tahun 2017 lalu dan baru sekarang ini tanggulnya jebol lagi,”kata warga lainnya, Yanto (48) kepada teraslampung.com.

Menurutnya, jebolnya tanggul di Sungai Way Katibung ini, lokasinya tidak jauh berbeda dengan yang pernah terjadi sebelumnya.

“Lokasinya sama di tempat yang jebol sebelumnya, kalau lebaran tanggul yang jebol sekitar 30-50 meter itulah. Ketinggian luapan air yang menggenai areal pesawahan mencapai 1 hingga 1,5 meter. Kami berharapa kepeda pemerintah, agar segera dievaluasi menyeluruh agar pembangunan tanggul segera dilakukan dan lebih kuat lagi supaya tidak jebol karena petani banyak merugi,”terangnya.

Terpisah, Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampung Selatan, Mugiono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah terjun kelokasi yang terdampak banjir ratuan hektar sawah di tiga desa di Kecamatan Canpuro.

Selain itu juga, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Way Sekampung (BBWS) terkait jebolnya tanggul Sungai Way Ketibung yang berada di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro.

“Ketinggian air yang menggenangi areal sawah, mencapai 1,5 meter, dan Sawah yang terendam banjir ada sekitar 300-an hektare. Dari ratusan hektar sawah itu, ada sekitar 100 hektar sawah yang sudah tanam ikut terendam banjir,”terangnya.

Luapan banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Way Katibung ini, kata Mugiono, diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Karena mengingat saat ini, sudah mulai memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan deras.

“Bisa kita lihat, sepanjang siang hinga sore ini langit di wilayah Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro masih terlihat mendung. Kalau malam ini hujan deras lagi, sudah pasti meluap lagi air sungai Way Katibung,”pungkasnya.