Beranda Teras Berita Tangki Pengolahan Minyak CV Bumi Waras Terbakar

Tangki Pengolahan Minyak CV Bumi Waras Terbakar

2296
BERBAGI

M. Zaenudin Lukman/Teraslampung.com

Petugas pemadaman kebakaran sedang menjinakkan api di CV Bumi Waras, Rabu (20/3).

Bandarlampung–Kebakaran terjadi di pabrik pengolahan minyak makan (Disrivenering) milik PT. Sungai Budi Berlian atau CV. Bumiwaras Jl. Yos Sudarso, Way Lunik, Panjang, Bandarlampung Kamis (20/3) sekitar pukul 08.30 WIB. Kebakaran tersebut meledakan tangki pabrik serta meludeskan tiga dari delapan lantai Gedung pengolahan minyak.

Api yang langsung membesar nyaris membakar habis seluruh pabrik sekaligus perkantoran yang ada di sekitarnya.Untungnya, tidak lama saat api membesar dua mobil pemadam kebakaran milik perusahaan tersebut langsung berusaha memadamkan api. Tak lama berselang tiga mobil pemadam kebakaran dari BPBD juga  datang untuk menjinakkankan api.

Peristiwa yang terjadi tepat bersamaan pada pergantiaan shift kerja dan dikabarkan ada beberapa orang yang terluka. Namun, tidak ada korban jiwa alam musibah tersebut.

“Ledakannya itu sebanyak dua kali, setelah itu asap tebal keluar dari ketel tempat pengolahan minyak,” ujar Eko, saksi mata yang melihat saat terjadinya kebakaran.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Derry Agung Wijaya, mengataka  penyebab terjadinya kebakaran ini pihaknya belum dapat memastikan. Diketahui kejadian kebakaran ini terjadi pada Kamis (20/3/2014) sekitar pukul 08.30 WIB, yakni di salah satu tempat pabrik pengolahan minyak makan tepatnya di gudang De’smet milik perusahaan BW. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB,

“Kami belum bisa memastikan kebakaran tersebut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan tim forensik dari Palembang untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran dan kemungkinan besok baru bisa dilaksanakan olah TKP Labfor dari Palembang, ” kata Derry pada wartawan, Kamis (20/3).

Derry juga mengatakan, saat ini tim forensik Polresta Bandarlampung, belum dapat masuk kedalam gudang pabrik itu yakni untuk mengecek dimana lokasi terjadi kebakaran.

“Lokasi di dalam itu suhunya masih terlalu panas sebab tempat yang terbakar ini adalah pengolahan minyak yang beroperasinya 24 jam. kemungkinan kita baru bisa masuk, jika memang suhunya didalam itu benar-benar sudah dingin,” paparnya.

 Derry mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran. “Diduga bisa saja karena mesinnya terlalu panas, kemungkinan ada konsleting listrik, dan atau adanya kelalaian dari pekerja yang bekerja pada saat pergantian shift tersebut. Semuanya itu masih praduga. Pastinya nantilah kita lakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” jelasnya.

Sementara korban akibat kebakaran, ada dua orang yakni mengalami luka ringan yaitu di bagian tangan dan kaki. Korban sudah dilakukan pengobatan di klinik milik perusahaaan BW.

Kepala Akunting perusahaan CV Bumi Waras, Antonius, mengatakan pertama kali kobakaran api terlihat di dekat alat pemanas atau mesin namanya termofex. “Yang pertama kali melihat adalah pengawas dua orang yang menjaga di bagian itu,” kata Antonius

Menurut Antonius mesin pengolahan minyak ini bekerja selama 24 jam. Pekerja yang bertugas di bagian pengolahan minyak ini ada tiga shift. Masing-masing shift ini ada 10 orang. Pada saat berganti shift yang terahir ini, terjadi kebakaran. Saat itu di dalam pabrik pengolahan minyak ada sekitar 10 orang sedang bekerja.

Antonius membenarkan ada dua orang yang mengalami luka yakni Silamudin (25) bekerja dibagian Operator dan Bambang (32) sebagai pengawas. “Tapi keduanya bukan terkena luka bakar, melainkan hanya luka ringan saja di bagian tangan dan kakinya akibat terkena muncratan air panas. Keduanya kini sudah ditangani dan diberikan perawatan,”kata Antonius.

Loading...