Beranda Hukum Kriminal Tanpa Alasan Jelas, Paman Tembak Kepala Keponakan saat Bermain Gitar

Tanpa Alasan Jelas, Paman Tembak Kepala Keponakan saat Bermain Gitar

134
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN-Aparat kepolisian Polsek Penengahan, Polres Lampung Selatan mengamankan Sungkowo (52), warga Dusun Kaliasin, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan karena menembak kepala keponakannya sendiri bernama Triyan (25). Triyan ditembak pamannya menggunakan senapan angin, pada Kamis 1 November 2018 malam lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

Akibat dari kejadian itu, Triyan yang mengalami luka tembak di bagian kepala. Saat ini Triyan masih menjalani operasi pengambilan peluru yang bersarang di kepalanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda.

Kapolsek Penengahan, AKP Enrico Donald Sidauruk membenarkan adanya kejadian penembakan tersebut yang dilakukan pelaku Sungkowo terhadap Triyan yang merupakan keponakan dari pelaku sendiri. Korban penembakan tersebut, saat ini masih dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda.

“Begitu mendapat informasi adanya kejadian penembakan itu, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan Sungkowo,”ujarnya, Sabtu 3 November 2018.

Mantan Kepala KSKP Bakauheni ini mengutarakan, peristiwa penembakan tersebut terjadi ketika korban Triyan, sedang bermain gitar di teras depan rumahnya bersama teman-temannya, Kamis 1 November 2018 malam lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

“Tiba-tiba paman korban, Sungkowo ini datang dari arah belakang dan langsung menembak kepala keponakannya sendiri itu pakai senapan angin tanpa sebab dan alasan yang jelas,”ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi yang turut diperiksa,kata AKP Enrico Donald Sidauruk, bahwa pelaku Sungkowo yang merupakan seorang duda tersebut, diduga mengalami gangguan jiwa. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku tersebut.

“Meski terlihat tenang, tapi beberapa pertanyaan penyidik dijawab oleh pelaku Sungkowo diluar dari pertanyaan yang dilayangkan. Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, kita akan datangkan ahli psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaannya,”terangnya.

Dikatakannya, jika dari hasil pemeriksaan pelaku tidak terbukti alami gangguan jiwa, pelaku diancam Pasal 354 KUHPidana Tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara 8 tahun.

“Yang jelas, kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,”pungkasnya.

Loading...