Tantangan Bersama Membangun Pulau Sumatera

  • Bagikan
I.B. Ilham Malik

Oleh: Dr. Eng. Ir. I.B. Ilham Malik*

Membicarakan Sumatera sama saja dengan membicarakan masa depan Indonesia. Karena setelah kita berupaya memastikan kemajuan bangsa melalui pemusatan ekonomi di Pulau Jawa, maka pada tahapan berikutnya adalah mengalihkan sumber daya yang kita miliki untuk memacu kemajuan yang serupa dengan Pulau Jawa, yaitu di Pulau Sumatera.

Namun, tetapi tentu saja ketika kita membicarakan kemajuan di Pulau Sumatera dan membandingkannya dengan apa yang telah terjadi di Pulau Jawa, kita membutuhkan suatu metode baru atau cara baru dan bahkan mungkin sudut pandang baru terkait dengan bagaimana konsep yang bisa diterapkan di Pulau Sumatera agar tetap dapat meraih kemajuan tetapi tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi di program pembangunan di Pulau Jawa.

Sumatera sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi lokomotif kemajuan Indonesia karena Sumatera sudah dijadikan sebagai pulau yang diutamakan dalam kerjasama dengan beberapa negara yang ada di sekitar Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Lembaga donor yang telah mendorong kemajuan 10 provinsi di Sumatera, bersama dengan beberapa provinsi yang ada di beberapa negara lain, adalah Asian Development Bank (ADB).

Lembaga ini sangat konsisten memberikan bantuan dalam bentuk pembiayaan pembangunan ataupun asistensi pembangunan di antara negara-negara tersebut. Melalui program yang disebut dengan Indonesia-Malaysia-Thailand Growt Triangle (IMT-GT), diupayakan ada sinergi dalam pembangunan dan koordinasi dalam pembangunan sehingga apa yang tercapai di antara mereka, akan sama.

Tujuannya memang mendorong kemajuan bersama dan kesejahteraan bersama. Jika ada program yang telah dijalankan di suatu negara, tetapi di negara lain masih belum terlaksana, maka melalui pembiayaan dari lembaga donor dan juga asistensi dari negara lain yang sudah maju atau yang sudah lebih dahulu melaksanakan program tersebut, maka pada akhirnya kesejahteraan dan kemajuan bersama itu akan dapat tercapai.

Koordinasi antardaerah memang sangat diperlukan untuk memastikan Sumatera dapat beradaptasi dengan tantangan yang terjadi dalam level lintas negara. Diperlukan cara, sinkronisasi, dan koordinasi antara provinsi satu dengan provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera sehingga ada persamaan gerak dan upaya, dan bahkan kesamaan visi dalam memajukan daerah masing-masing. Kemajuan yang dapat dicapai oleh setiap daerah akan menjadi kemajuan yang diperoleh dan dirasakan oleh Sumatera dan bahkan Indonesia.

Karena itu, meskipun program pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama masih dalam skala kecil, tetapi karena dilakukan sepanjang waktu dan setiap tahun anggaran, maka akhirnya hasilnya akan jauh lebih besar dari pada satu program mercusuar. Di level negara dan lembaga donor, dan juga level pemerintah pusat, memang koordinasi antarprovinsi yang ada di Sumatera sudah dilakukan secara normatif dan juga administratif. Dan tentu saja apa yang sudah dilakukan ini telah membawa hasil yang cukup efektif atau cukup baik.

Tetapi, waktu yang berbeda akan memiliki tantangan pembangunan yang juga berbeda. Karena ada perbedaan tantangan inilah maka diperlukan pendekatan yang berbeda dan juga cara yang berbeda dalam melaksanakan pembangunan dan juga dalam sinkronisasi program pembangunan. Sebab, bagaimanapun, di Indonesia dan juga Sumatera memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Namun, ketersediaan sumber daya alam dan juga hal lainnya, yang bisa dieksplorasi untuk mendapatkan pemasukan yang dapat digunakan untuk melaksanakan pembangunan, masih sangat besar dan luas.

Karena itu,  sangat dibutuhkan upaya bersama dan duduk bersama guna memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan pembangunan di daerah masing-masing. Di sisi lain, perlu ada kesepahaman dalam melihat seluruh sumber daya yang dimiliki oleh Sumatera. Apa yang bisa dilakukan oleh Sumatera untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya, dan bagaimana caranya mengoperasikan seluruh sumber daya yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat secara langsung dan tidak langsung? Ini adalah bagian dari tantangan yang harus dapat dijawab oleh seluruh pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Pulau Sumatera.

Setiap provinsi memang sudah memiliki visi dalam ekonomi, mencapai kesejahteraan masyarakat, dan menata daerahnya. Karena setiap daerah memiliki visi yang unik dan sesuai dengan apa yang terjadi di daerahnya, maka perlu ada upaya untuk melakukan sinkronisasi visi sehingga bisa menjadi visi Pulau Sumatera. Visi Pulau Sumatera adalah merupakan visi bersama yang disepakati oleh setiap daerah dalam rangka untuk menjadikan Pulau Sumatera sebagai tempat bekerja dan berkarya yang pada akhirnya nanti akan memberikan manfaat bagi Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Papua serta pulau lainnya yang ada di seluruh Indonesia.

Di setiap provinsi sudah memiliki universitas yang memang dibentuk untuk memberikan perhatian pada kemajuan yang ada di di setiap daerahnya. Karena kita tahu bahwa untuk membangun bangsa ini dibutuhkan kemajuan yang cukup kuat di level daerah. Maka seluruh sumber daya yang dimiliki oleh daerah harus dapat dioptimalisasi. Kita lihat di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Provinsi Lampung dan seluruh provinsi lainnya yang ada di pulau Sumatera, telah memiliki Universitas yang memang dibentuk untuk melakukan sinkronisasi pembangunan yang ada di daerahnya yang disusun oleh setiap kabupaten kota di masing-masing provinsi.

Sejauh ini, apa yang telah dilakukan sudah berjalan dengan baik meskipun hasilnya masih membutuhkan waktu agar dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena kita tahu bahwa setiap kabupaten dan kota memiliki keterbatasan dalam sumber daya manusia dan juga sumber daya keuangan. Termasuk perguruan tingginya.

Karena kita bicara dalam level Sumatera, maka dibutuhkan suatu institusi yang dapat melakukan sinkronisasi pembangunan yang ada di pulau Sumatera. Karena itu, Rapat Koordinasi para Gubernur (Rakorgub) Sumatera yang merupakan suatu wadah untuk mempertemukan seluruh gubernur yang ada di Pulau Sumatera, dalam rangka menggali visi yang mereka miliki dan juga merancang program yang bisa dilakukan bersama-sama memajukan Sumatera dengan tanpa mengabaikan ketersediaan sumberdaya dalam berbagai hal dan juga pentingnya menjaga kemajuan di setiap daerah. Jadi, program yang akan disepakati bersama kedepannya adalah program yang dilakukan di setiap daerah tetapi memiliki dampak yang bisa dirasakan bersama-sama oleh seluruh provinsi yang ada di Pulau Sumatera.

Sebagai salah satu contohnya adalah program membangun kawasan industri dan pelabuhan. Bisa saja industri manufaktur disiapkan di salah satu provinsi, misalnya Provinsi Lampung, sementara itu untuk Sumatera Selatan mengupayakan industri yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam seperti tambang dan energi. Lalu industri yang dikembangkan di Jambi dan Riau adalah industri kehutanan karena mereka memiliki sumber daya hutan dan pengelolaan hutan industri yang cukup luas.

Kemudian Bengkulu dan Sumatera Barat dapat mendorong pengembangan industri pariwisata mereka karena mereka memiliki keterbatasan dalam industri lainnya. Sementara itu, untuk Sumatera Utara industri jasa. Untuk Aceh dan Kepulauan Riau dan Bangka Belitung dapat mengoptimalisasikan apa yang mereka ingin capai berdasarkan ketersediaan sumber daya yang mereka miliki dengan memanfaatkan jaringan kawasan industri yang ada di provinsi lainnya. Bisa industri properti, industri wisata, industri kesehatan dan pendidikan. Ada banyak pilihan. Mana yang tepat, tentu membutuhkan kajian komprehensif terlebih dahulu.

Jadi, jangan sampai ada persinggungan dan persaingan pengembangan kawasan industri di Pulau Sumatera. Yang ada adalah koordinasi dalam membangun Kawasan Industri, sehingga Pulau Sumatera adalah ibaratnya sebuah kawasan industri besar yang memiliki konsen masing-masing provinsinya. Hasilnya dapat memberikan manfaat bukan saja secara nasional, tetapi memberikan manfaat secara global.

Pada saat yang sama di Pulau Sumatera juga sudah ada Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang dapat diberi tugas untuk membantu pemerintah pusat dalam rangka sinkronisasi program pembangunan yang ada di pulau Sumatera. Itera dapat bekerjasama dengan seluruh universitas yang ada di setiap provinsi, untuk membangun sebuah kerja bersama sehingga apa yang ingin dicapai oleh setiap provinsi dapat terwujud dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh setiap daerah.

Itera memiliki tanggung jawab untuk melakukan sinkronisasi dan koordinasi serta mendampingi seluruh provinsi melalui jaringan perguruan tinggi yang ada di Pulau Sumatera. Karena bagaimanapun, Itera membawa nama Sumatera sehingga kemajuan Pulau Sumatera secara kepulauan, sangat dipengaruhi oleh kontribusi yang bisa diberikan oleh Itera.

Tentu, sebagaimana yang telah disampaikan tadi bahwa untuk level provinsi sudah ditangani oleh masing-masing universitas atau perguruan tinggi yang ada di setiap provinsi tersebut. Itera sebagai sebuah institut yang bergerak di level Sumatera, tentu memiliki visi lebih besar dari itu, yaitu mendorong kemajuan Sumatera secara nasional dan bahkan memberikan kontribusi secara internasional. Sehingga tidak ada rivalitas antara Itera dengan universitas lainnya yang sudah ada di setiap provinsi. Hal yang ada adalah kebersamaan dalam mendorong kemajuan dan pembangunan di Pulau Sumatera.

Jadi, tantangan utama dalam yang membangun Pulau Sumatera adalah menyamakan persepsi dan menyusun program bersama yang dibiayai dari berbagai pihak agar dapat menghasilkan suatu gerak bersama dalam membangun Sumatera. Dan tentu saja, Pembangunan di Pulau Sumatera harus dapat memberikan manfaat dan yang dirasakan bersama-sama di seluruh provinsi yang ada di dalamnya.

Sebagai salah satu contohnya adalah program pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang menjadi program strategis pemerintah pusat, serta membangun berbagai macam infrastruktur transportasi seperti pelabuhan dan bandara, ditambah lagi dengan adanya Program Pembangunan Kota Metropolitan dan Kota Besar yang ada di Pulau Sumatera. Tentu, sinkronisasi program pembangunan Ini bukan saja disinkronkan dalam proses penganggarannya, tetapi juga sinkronisasi dari tahapan awal yaitu membangun visi bersama, hingga masuk ke tahapan kajian ilmiah yang dilanjutkan dengan tahapan implementasi dan monitoring.

Ini adalah sebuah kerja besar dan karya besar yang harus dilakukan oleh Itera bersama dengan perguruan tinggi lainnya, bekerja sama dengan Bappenas dan kementerian lainnya. Sehingga, kemajuan yang dirasakan oleh setiap provinsi, termasuk setiap kabupaten kotanya, adalah hasil dari pelaksanaan program pembangunan bersama antar provinsi. Itera bertugas menginisiasi ini semua agar dapat berjalan dengan baik.***

*Peneliti Center for Urban and Regional Studies (CURS)

stelah konten
  • Bagikan