Beranda Teras Berita Tantangan Kontemporer Bisnis dan Investisasi Pariwisata

Tantangan Kontemporer Bisnis dan Investisasi Pariwisata

193
BERBAGI
Menteri Pariwisata pada Seminar “Tantangan Kontemporer dalam Bisnis dan Investasi Pariwisata” di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (8/6/2015).

JAKARTA, Teraslampung.com–Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, tend pertumbuhan pariwisata nasional dan pariwisata dunia hingga kini  terus membaik. Kondisi tersebut, kata Yahya, harus disambut oleh pelaku bisnis wisata di Indonesia.

” Pada tahun 2014 kunjungan wisman mencapai 12 juta sedangkan target optimistis untuk tahun 2019 yakni  20 juta wisman. Negara tetangga kita yang sudah di atas 20 juta wisman, sementara potensi kita jauh  lebih besar menjadi tantangan untuk wujudkan tekad bahwa kita dapat melampaui mereka,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam Seminar Nasional Kepariwisataan dengan tema ‘Tantangan Kontemporer dalam Bisnis dan Investasi Pariwisata’ di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Menurut Yahya, meningkatnya angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawan domestik yang selalu bergerak naik dapat memicu tumbuhnya investasi pariwisata.Data menunjukan terjadi pertumbuhan nilai investasi bidang pariwisata yang sangat besar pada tahun 2012 jika dibandingkan dengan nilai pada tahun 2011 yaitu sebanyak 210.86% atau naik dari nilai US $ 279.8 Juta menjadi US $ 869.8 juta. Pada tahun 2013 tidak ada target nilai investasi di bidang pariwisata namun diharapkan angka tersebut dapat melampaui tahun lalu atau terus mengalami pertumbuhan.

Untuk mewujudkan tekad tersebut berbagai upaya harus dilakukan terutama dalam memperbaiki infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology ), health and hygiene  dan aksesibilitas (conectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi. Perbaikan infrastruktur  diharapkan sekaligus akan mendongkrak daya saing pariwisata Indonesia ditataran global yang saat ini berada di ranking 70 akan meningkat menjadi ranking 30 dunia.

Yahya mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik berpengaruh pada naiknya kebutuhan akomodasi dalam pariwisata. Pada 2013, Sebagai dampak dari berkembangnya pariwisata Indonesia dengan berbagai macam destinasi yang ada, diperkirakan terdapat permintaan 50.000 kamar hotel baru. Untuk memenuhi permintaan hotel dan penginapan bagi para wisatawan, di beberapa daerah mulai dibangun hotel, resort maupun budget hotel.

“Peluang tersebut mulai jadi salah satu sektor investasi potensial yang dilirik oleh berbagai investor, baik jaringan hotel internasional maupun investor domestik,” katanya.

Agar bisnis wisata di Indonesia makin maju, kata Yahya. pemerintah akan mempermudah investor dalam maupun luar negeri yang menanamkam modalnya di sektor pariwisata. Salah satu upaya untuk mempermudah investor pariwisata di Indonesia dituangkan dalam PP Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Nasional (RPKN). RPKN berisi ketentuan tentang peningkatan pemberian insentif investasi di bidang pariwisata yang akan diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Loading...