Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Target Pendapatan Pemkab Lampung Utara pada 2018 Meleset

Target Pendapatan Pemkab Lampung Utara pada 2018 Meleset

214
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — Besaran pendapatan yang diperoleh Pemkab Lampung Utara pada 2018 meleset dari yang ditargetkan dalam APBD 2018. Pada APBD 2018, Pemkab Lampung Utara menargetkan bisa mendatkan pemasukan Rp1.999.667.666.946. Nyatanya, selama tahun 2018 jumlah pemasukan hanya Rp‎1.719.194.101.751 atau hanya 85,97 persen dari target.

Meskipun demikian, besaran pendapatan APBD 2018 ini cukup meingkat jika dibandingkan pemasukan APBD tahun 2017 yang hanya Rp1.703.965.615.238.

‎”Secara garis besar APBD 2018, jumlah target pendapatannya Rp1.999.667.660.946,00 tapi yang terealisasi Rp1.703.965.615.238,18 atau 85,97 persen,” kata Wakil Bupati Budi Utomo ‎dalam sidang paripurna DPRD, Rabu (17/7/2019).

Kendati mengalami penurunan dalam total besaran, namun menurut Budi Utomo yang belum genap empat bulan menjabat sebagai wakil bupati ini menjelaskan, jumlah ini sedikit meningkat jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan pada tahun 2017 lalu yang hanya mencapai Rp1,703 T atau dengan kata lain naik sebesar 0,89 persen.

Pendapatan dalam APBD terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), dan pendapatan transfer. Rinciannya, ‎PAD, dana perimbangan, transfer pemerintah pusat-lainnya, transfer Pemerintah Provinsi Lampung, lain-lain pendapatan yang sah.

PAD terdiri dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan hasil kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Sayangnya, besaran PAD yang diperoleh ternyata juga tak sesuai target. Dari target Rp204.548.662.988,00, PAD yang didapat hanya Rp102.289.605.031,63 atau 50,01 persen saja.

‎Untuk dana perimbangan yang terdiri dari dana bagi hasil pajak, dana bagi hasil bukan pajak, dan dana alokasi umum, serta dana alokasi khusus, jumlah dananya yang masuk tak sampai 100 persen.

“Dari target Rp1.323.932.496.797,00, yang terealisasi hanya Rp1.206.059.795.860,00 atau 91,10 persen,” terangnya.‎

Untuk transfer pemerintah pusat-lainnya seperti dana penyesuaian dan otonomi khusus, pencapaiannya mencapai 100,01 persen. Dari Rp249.964.596.000, yang terealisasi Rp249.981.589.996,00m

Sayangnya, transfer Pemerintah Provinsi Lampung yang masuk ke dalam APBD hanya Rp82.728.213.481,79 dari target Rp145.970.511.161,00 atau hanya 56,67 persen. Sementara untuk pendapatan lain-lain sah mengalami peningkatan target 103,83 persen dari Rp75.251.400.000,00 menjadi Rp78.134.897.381,78.

‎Adapun besaran belanja daerah ‎tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp1.949.407.848.059,61 tapi yang terealisasi hanya sebesar Rp1.677.655.829.986,00 atau 86,06 persen. Belanja daerah ini terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan transfer.

Rincianya belanja operasi yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan ditargetkan Rp1.1547.054.551.394,61. Sayangnya, yang terealisasi hanya 95,92 persen atau Rp1.483.918.722.238,00.

Belanja modal terdiri dari belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja jalan irigasi dan jaringan, dan belanja aset tetap lainnya ditargetkan sebesar Rp400.953.599.065,00, tapi yang terealisasi hanya 193.419.766.707,00 atau 48,24 persen.

‎Untuk belanja tak terduga yang terealisasi hanya sebesar Rp99.704.249,00 dari target Rp1.149.697.600,00 atau hanya 8,67 persen. Untuk transfer bagi hasil ke desa yang terealisasi hanya Rp217.636.792,00 dari target sebesar Rp250.000.000,00.

‎”Secara umum, pelaksanaan program dan kegiatan telah berjalan dengan baik, namun memang masih diperlukan penyempurnaan. Semua ini berkat kerja keras semua pihak khususnya lembaga legislatif,” jelas dia.

Usai penyampaian laporan pertanggungjawaban tersebut, Ketua DPRD, Rachmat Hartono kemudian mengetuk palu untuk menunda sidang yang akan dilanjutkan pada Kamis besok. Agenda sidang mendatang ialah pandangan umum fraksi – fraksi di DPRD terkait laporan itu.

“Sidang ditunda dan akan dilanjutkan besok dengan agenda pandangan umum fraksi – fraksi,” katanya.‎

Loading...