Beranda Hukum Kriminal Tekab 308 Polres Lamsel Bekuk Penusuk Silviana di SPBU Sidomulyo

Tekab 308 Polres Lamsel Bekuk Penusuk Silviana di SPBU Sidomulyo

3203
BERBAGI
Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Effendi saat menangkap pelaku penusukan dan perampasan bernama Hakim di Jalan Raya Sidomulyo depan SPBU Sidomulyo, Lampung Selatan
Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Effendi saat menangkap pelaku penusukan dan perampasan bernama Hakim di Jalan Raya Sidomulyo depan SPBU Sidomulyo, Lampung Selatan.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Berselang delapan jam setelah kejadian, kerja cepat Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Selatan berhasil membekuk salah satu pelaku penusukan disertai perampasan terhadap korban Silviana (35), warga Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan yang ditemukan terkapar bersimbah darah di Jalan Raya Pantai Ketang, Kelurahan Way Urang, Kalianda Minggu 1 April 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

Pelaku yang ditangkap tersebut adalah Hakim (45), warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan. Polisi menangkap pelaku saat berada di Jalan Raya Sidomulyo tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Desa Sidomulyo Lama, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Minggi 1 April 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres lampung Selatan, AKP Effendi saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa salah satu pelaku bernama Hakim berhasil ditangkap, saat pelaku sedang mengendarai sepeda motornya melintas di Jalan Raya Sidomulyo menuju ke arah Candipuro.

“Ya benar, pelaku Hakim sudah kami tangkap tepat berada di SPBU Sidomulyo sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku dan barang bukti sepeda motor, kami bawa ke Mapolres Lampung Selatan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”ungkapnya kepada teraslampung.com, Minggu 1 April 2018 malam.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, dengan memburu dua rekan pelaku Hakim yang lainnya diduga ikut terlibat dalam kasus penusukan dan perampasan sepeda motor milik korban.

“Untuk identitas dua pelaku lainnya sudah kami ketahui, saat ini saya bersama anggota masih berada dilapangan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku tersebut,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, nasib sial menimpa seorang wanita bernama Silviana (35) bersama anaknya yang masih balita, warga Desa Gunung Terang, Kecamatan kalianda, lampung selatan yang menjadi korban penusukan dan perampasan sepeda motor yang diduga dilakukan oleh orang yang memiliki hutang terhadap korban sebesar Rp 130 juta.

Korban Silviana tersebut, ditemukan pertamakali oleh salah seorang warga dengan kondisi sudah terkapar bersimbah darah dan mengalami beberapa luka tusukan senjata tajam di tubuhnya di Jalan Raya Pantai Ketang, Kelurahan Way Urang, Kalianda Minggu 1 April 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Awalnya ada salah satu warga dan saya gak tahu siapa namanya, mendengar adanya suara tangisan anak kecil usia sekitar 4 tahun. Lalu orang itu mencoba mencari suara tangisan itu, saat dilihatnya ternyata di samping anak kecil itu ada seorang wanita dalam kondisi sudah bersimbah darah dan pingsan,”ujarnya kepada teraslampung.com, Minggu 1 April 2018 sore.

Menurutnya, anak kecil yang menangis itu adalah anak korban, dan beruntungnya anak tersebut tidak mengalami luka-luka. Sepertinya, hanya sekedar luka memar sedikit saja.

Selanjutnya, kata Yudi, orang yang menemukan korban, langsung meminta pertolongan memanggil warga lainnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah itu, warga setempat melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisian. Taklama kemudian, petugas datang dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar kalianda untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Korban mengalami sekitar lima tusukan ditubuhnya, bagian punggung hingga mengenai paru-paru, dada, leher sebelah kiri, sayatan di tangan kanan dan kirinya serta luka memar pada bagian wajahnya,”ungkapnya.

Dikatakannya, karena luka tusukan yang dialami korban Silviana cukup serius, sekitar pukul 15. 00 WIB. Pihak RSUD Bob Bazar, merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Abdul Moelok (RSUAM) Bandarlampung untuk segera mendfapat perawatan medis.