Beranda Hukum Kriminal Tekab 308 Polresta Bandarlampung Bekuk Tujuh Remaja Anggota Komplotan Curanmor

Tekab 308 Polresta Bandarlampung Bekuk Tujuh Remaja Anggota Komplotan Curanmor

80
BERBAGI
Tujuh remaja anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangkap Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung, AA (16), salah satu pelajar SMA di Bandarlampung. Sedangkan enam pelaku lainnya adalah AR (17), MA (17), SB (18), RF (18), AH (19) dan RD (20), mereka remaja putus sekolah.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta bandarlampung, meringkus tujuh orang remaja komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kota Bandarlampung. Polisi mengkap para pelaku tersebut, di masing-masing lokasi yang berbeda pada Sabtu (6/1/2017) lalu sekitar pukul 10.30 WIB.

Para pelaku adalah berinisial AA (16), salah satu pelajar SMA di Bandarlampung. Sedangkan enam pelaku lainnya adalah AR (17), MA (17), SB (18), RF (18), AH (19) dan RD (20), mereka adalah remaja putus sekolah.

“Ke tujuh komplotan curanmor tersebut, berhasil ditangkap dilokasi berbeda usai beraksi melakukan pencurian di wilayah Makam Pahlawan Jalan Padjajaran, Jagabaya, Bandarlampung,”ujar Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono didampingi Kasat Reskrim, Kompol Harto Agung Cahyono, Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, para pelaku komplotan curanmor tersebut, tinggal bersama dalam satu kamar kos di Gang Nyunyai, Rajabasa, Bandarlampung.

Mantan Kapolres Banyumas ini mengungkapkan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku mencari target calon korbannya yang usianya sepadan dengan mereka (pelaku). Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan curanmor ini setidaknya sudah lima kali beraksi mencuri motor. Diantaranya adalah, wilayah Sukarame dua kali, Jalan Teuku Umar dua kali dan satu kali di wilayah Pahoman.

Modus yang digunakan, kata Murbani, mereka (pelaku) mengendarai tiga sepeda motor dan memepet untuk menghentikan laju kendaaraan korban. Untuk menakuti korbannya, para pelaku mengancam akan memukul dan melukai korban. Sehingga korban pergi meninggalkan sepeda motornya, saat itulah pelaku mengambil motor korban dengan mudah.

“Dari ke lima aksinya itu, modus pencurian yang dilakukan sama. Saat beraksi, komplotan curanmor ini melakukannya malam hari dan di tempat yang sepi. Sepeda motor hasil kejahatannya itu, dijual dan uangnya digunakan untuk membayar tempat kos dan foya-foya,”terangnya.

Dikatakannya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 12 tahun.