Tekab 308 Ringkus Pencuri Sepeda Motor di Gedongair

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya (tengah) didampingi Kasubag Humas AKP Titin Maezunah (kiri) menunjukkan barang bukti kunci letter T dan sebilah badik milik tersangka Adel pelaku curanmor, Jumat (13/11).

BANDARLAMPUNG-Petugas gabungan Tekab 308 Polresta Bandarlampung dan Polsekta Tanjungkarang Barat, membekuk Cas alias Adel (26) warga Panjang, Bandarlampung. Polisi menangkap tersangka saat akan melakukan aksi pencurian motor di wilayah Gedongair, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Kamis (12/11) lalu.

“Adel ditangkap saat akan beraksi mencuri motor di wilayah Gedong Air. Dari penangkapan tersangka, petugas menyita sebilah senjata tajam jenis badik, satu set kunci letter T, beberapa kunci-kunci, satu buah obeng dan satu buah tas warna hitam,”kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya Dery, dalam ekspos kasus, Jumat (13/11).

Menurut Dery, saat menjalankan aksinya, tersangka memiliki berbagai modus saat melakukan pencurian motor. Modusnya, tersangka mengambil sepeda motor yang ada di parkiran.

“Tersangka merusak kunci kontak motor yang terparkir di pinggir jalan menggunakan kunci letter T dan obeng,”ungkapnya.

Untuk modus lainnya, kata Dery, tersangka Adel berpura-pura meminjam sepeda motor korban tapi tidak dikembalikan dan tersangka menjualnya. Tapi tersangka, lebih banyak melakukan aksi pencurian motor menggunakan kunci letter T.

Tersangka mengakui, sudah 20 kali melakukan aksi pencurian motor di beberapa tempat di Kota Bandarlampung.

“Sasaran motor yang dicuri tersangka, kebanyakan jenis motor matic tapi ada juga jenis motor lainnya. Motor-motor hasil curian, dijual Adel tidak hanya di salah satu orang saja. Adel menjualnya
kepada orang yang saat itu ketemu dan mau membeli motor dari curian hasil. Tapi tersangka tidak mengenal dengan orang tersebut,”terangnya.

Mantan Kapolsek Natar, Lampung Selatan ini menambahkan, kasusnya masih dilakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap TKP lain. Dugaannya, tersangka lebih dari 20 kali melakukan aksi pencurian motor. Selain itu juga, pihaknya masih mencari rekan tersangka yang
ikut terlibat dalam aksi pencurian.

“Untuk barang bukti motor hasil curian, tidak kami temukan. Sebab motor hasil curian itu, dijual putus oleh tersangka Adel,”tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama tujuh tahun.