Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Tekan Populasi Belalang Kembara, Petani Way Panji Lakukan Penyemprotan

Tekan Populasi Belalang Kembara, Petani Way Panji Lakukan Penyemprotan

661
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Petani Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji bersama UPT Pertanian dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Lampung Selatan melakukan pengendalian hama belalang kembara (locusta migratoria) melakukan gropyokan serentak dengan cara penyemprotan insektisida di lahan pertanian seluas 3,5 hektar, Senin (2/3/2020).

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Lampung Selatan, Bibit Purwanto mengatakan, pengendalian hama belalang kembara yang dilakukan pihaknya hari ini bersama 50 orang petani maupun Kelompok tani (Poktan) Kecamatan Way Panji, untuk menekan pertumbuhan pupalasi hama belalang kembara tersebut.

“Ya hari ini tadi, kita lakukan pengendalian dan sekaligus membasmi ribuan hama belalang kembara di lahan pertanian secara bersama-sama petani setempat agar hama tidak berpindah ke lahan pertanian lainya,”ujarnya kepada teraslampung.com.

Bibit Purwanto mengutarakan, dalam sepekan terakhir ini, petani di Kecamatan Way Panji melaporkan adanya hama belalang kembara dan peningkatan populasi hama tersebut terutama dilahan pertanian yang berada di Dusun Umbul Solo, Desa Sidoharjo. Lahan pertanian yang baru mulai terserang, seluas 3,5 hektar.

Para petani, kata Bibit Purwanto, khawatir serangan belalang kembara ini terjadi di tanaman padi dan jagung milik mereka. Karena hama belalang ini, biasanya menyerang tanaman secara bergerombol dan serentak dan sewaktu-waktu bisa merusak tanaman padi maupun jagung pada areal tertentu.

“Serangan hama belalang kembara ini memang cukup massif, sebelum populasinya makin banyak maka segera kita lakukan pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida. Karena sebagian besar hama belalang kembara ini, masih belum memiliki sayap,”ungkapnya.

Dikatakannya, pengendalian belalang ini, bisa juga dilakukan dengan cara ekstrak daun mimba dan daun sirsak. Hanya saja, para petani ini lebih suka melakukannya dengan cara penyemprotan menggunakan insektisida karena lebih praktis.

“Obat insektisida ini mampu menghambat nafsu makan, penolak dan memiliki aroma perangkap bagi hama belalang untuk mendekat. Sehingga mampu menghambat perkembangannya, dan berpengaruh langsung sebagai racun pembasmi hama,”terangnya.

Diakuinya, perubahan iklim saat ini, memang sulit diprediksikan sehingga turut berpengaruh pada organisme hama pengganggu tanaman. Serangan hama, kata dia, juga terjadi di Kecamatan Tanjung Bintang. Petani di kecamatan tersebut, melaporkan adanya serangan hama wereng.

“Baru kemarin ini, laporan serangan hama wereng dari petani di Tanjung Bintang masuk dan ini juga sudah kita lakukan pengendalian,”pungkasnya.

Dia menambahkan, kepada para petani jika mendapati ada organism hama penggangu tanaman, segera laporkan ke petugas penyuluh atau petugas POPT di lapangan agar dapat segera dilakukan tindakan.

Sementara UPT Pertanian Way Panji, Kuncoro mengatakan, ada beberapa jenis belalang yang kerap menjadi hama bagi tanaman padi, salah satunya adalah belalang kembara ini karena sangat menyukai tanaman dari kelompok graminae seperti padi, jagung dan sorgum.

“Belalang kembara menyerang memakan daun-daun tanaman, sehingga mengurangi luas permukaan daun dan mengganggu fungsi fisiologis dari tanaman yang diserang. Kerusakan daun ini, berpengaruh pada produktivitas tanaman,”ungkapnya.

Serangan hama belalang kembara, kata Kuncoro, baru tahap populasi generasi pertama dan baru memasuki fase belalang betina yang meletakkan telurnya dalam bentuk paket telur di dalam tanah.

“Jadi seekor belalang betina, mampu menghasilkan hingga 270 butir telur dan dalam siklus hidupnya rata-rata 76 hari meliputi stadia telur (17 hari) dan stadia nimfa (38 hari) dan stadia praoviposisi (21 hari),”jelasnya.

Loading...