Beranda Views Opini Tekanan Rendah, Penyebab Hujan Lebat di Lampung

Tekanan Rendah, Penyebab Hujan Lebat di Lampung

1194
BERBAGI
Ilustrasi hujan lebat (okezone)

Oleh Eka Suci Puspita Wulandari*

Tekanan rendah yang muncul belakangan ini di wilayah Samudera Hindia tepatnya di sebelah barat Provinsi Lampung memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pembentukan awan-awan konvektif. Hal ini terbukti pada dua hari terakhir wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang cukup lebat. Adanya tekanan rendah ini memberi dampak tidak hanya untuk wilayah Lampung namun di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatera terkena imbasnya.

Hasil analisis citra satelit TRMM, dimana satelit ini dapat memberikan gambaran curah hujan yang terjadi di suatu wilayah dengan tingkat keakuratan yang cukup baik. Di wilayah Lampung sendiri curah hujan paling besar berada di daerah Tanggamus bagian selatan dengan toal curah hujan ±109,2 mm selama tanggal 8 November 2017.

Curah hujan paling besar berada di perairan barat Lampung dengan nilai mencapai 156 mm. Jika curah hujan sebesar itu melanda wilayah pesisir Lampung tentu saja akan menimbulkan dampak yang tidak main-main terutama longsor dan banjir bandang.

Tekanan rendah yang menyebabkan hujan lebat di wilayah Lampung ini bukan merupakan dampak langsung dari tekanan rendah tersebut melainkan fenomena yang ditimbulkan akibat dari terbentuknya tekanan rendah tersebut yang disebut dengan belokan angin. Belokan angin yang beradar tepat di atas wilayah Lampung ini akan membuat massa udara berkumpul tepat, dimana belokan angin tersebut terbentuk. Sehingga, potensi pertunbuhan awan-awan konvektif akan meningkat seiring dengan adanya penumpukan massa udara hasil penguapan di lautan.

Pada tanggal 9 November 2017 juga kembali wilayah Lampung mendapat hujan dengan intensitas yang cukup lebat di hampir seluruh provinsi Lampung dan yang terparah ada di wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Pesisir Barat mendapat total curah hujan sebesar ±78 mm dan di sebagian besar wilayah Lampung berkisar antara 11,2 – 44 mm.

Dari hasil pantauan pengguna Facebook yang kami amati di wilayah Pesisir Barat serta Tanggamus mengalami genangan air yang cukup tinggi namun tidak sampai melumpuhkan kegiatan masyarakat.

Ke depannya potensi turunnya hujan dengan intensitas lebat akan semakin meningkat fenomena yang terjadi belakangan ini masih merupakan awalannya. Puncak musim hujan kami prediksi akan terjadi pada bulan Desember 2017, Januari 2018, sampai awal bulan Februari 2018.

Untuk meminimalkan kerugian gagal panen teman-teman petani, sebaiknya proses panen hendaknya dilakukan lebih awal dan tidak menanam kembali ladang yang sudah dipanen ketika mendekati bulan bulan tersebut.

Dampak lainnya dari adanya tekanan rendah diatas adalah meningkatnya ombak di wilayah Pesisir Barat Lampung hingga perairan selatan Lampung. Gelombang di wilayah perairan tersebut bisa mencapai dua meter bahkan lebih. Para nelayan sebaiknya lebih mewaspadai untuk pergi melaut karena Tekanan rendah masih aktif dan belum menunjukkan tanda kepunahannya.

Kami dari BMKG Lampung akan senantiasa memberikan info terkait cuaca di wilayah Lampung baik itu mengenai potensi adanya cuaca buruk, ombak tinggi, dan sebagainya.

Masyarakat bisa mengikuti info yang kami buat setiap harinya melalui media social facebook (Infocuaca Bmkg Lampung) dan juga di website www.stametlampung.com. Semoga kegiatan kita senantiasa berjalan dengan lancar meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang baik sekalipun.***

*Pengamat Stasiun Maritim Panjang, Lampung