Beranda News Nusantara Tembok Pemandian Ambruk, 7 Mahasiswa Tewas

Tembok Pemandian Ambruk, 7 Mahasiswa Tewas

105
BERBAGI
Para personel saat melakukan proses evakuas korban longsor. (istimewa/dok)

TERASLAMPUNG.COM — Polda Sumatera Utara (Sumut) memastikan bahwasanya kejadian yang menyebabkan 7 orang mahasiswa Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan tewas saat melakukan malam keakraban (makrab) di Pemandian Daun Paris Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Minggu (2/12/2018) pukul 06.00 WIB, bukan disebabkan oleh bencana longsor.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan yang sudah dilakukan petugas di lokasi, ketujuh korban tewas tersebut meninggal dunia dikarenakan tembok pemandian yang ambruk.

“Ambruknya tembok pemandian karena sudah lapuk lalu menimpa joglo (tempat istirahat) dan pengunjung. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia dan korban luka,” ungkapnya kepada wartawan.

Tatan melanjutkan, saat ini para korban yang meninggal dunia dan luka-luka kesemuanya sudah berada di rumah sakit Amanda dan Rumah sakit Efarina Etaham Berastagi.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin juga menyatakan, bahwasanya ketujuh korban tewas akibat ambruknya tembok pemandian. Selain itu ia juga mengaku, sebagian korban kini juga sudah dibawa ke rumah duka dari RS Amanda.

“Itu bukan bencana tanah longsor seperti yang dikabarkan sebelumnya. Jadi tembok pembatas di belakang gubuk berdinding tepas itu roboh menimpa mahasiswa yang kebetulan beristirahat di sana,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kalau saat ini ke tujuh korban identitasnya sudah terdata. Adapun identitas masing-masing papar dia adalah, Santika Theresia, Emiya Br Tarigan, Mones, Enjelita Br Ginting, Kerin Julanaita Br Bangun, Sendi Simamora, dan Elsa Sari Br Ginting.

Sementara itu Kapolres Karo, AKBP Benny R Hutajulu mengatakan, sebelum kejadian memang terjadi hujan yang cukup deras di daerah Kabupaten Karo. Sehingga menurut dia, tembok itu roboh diakibatkan oleh hujan.

“Personel dan tim gabungan sudah mengevakuasi dan pendataan, saat ini jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing,” tandasnya.

Medanbisnis

Loading...