Beranda Tekno Tempuh Perjalanan 1.500 Km, Mobil Listrik Karya Mahasiswa ITS Tiba di Lampung

Tempuh Perjalanan 1.500 Km, Mobil Listrik Karya Mahasiswa ITS Tiba di Lampung

161
BERBAGI
Mobil listrik karya mahasiswa Institut Tehnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya parkir di kantor PLN di Jl. Pangeran Diponegoro.Bandarlampung,Jumat (16/11/2018).
Mobil listrik karya mahasiswa Institut Tehnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya parkir di kantor PLN di Jl. Pangeran Diponegoro.Bandarlampung,Jumat (16/11/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Setelah menempuh jarak 1.500 km, mobil listrik karya mahasiswa Institut Tehnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya akhirnya sampai di Kota Bandarlampung, Jumat, 16 November 2018.

Kepada Teraslampung.com salah seorang enginer dua mobil listrik tersebut Yoga Uta Nugraha mengungkapkan,selama perjalanannya dari Surabaya hingga Bandarlampung mobil tersebur hanya mengalami sedikit kendala.

“Gearbox mobil yang Blits di Solo sempat jebol. Setelah diperbaiki jalan kembali,” ujarnya di Kantor PLN jalan Diponegoro Bandarlampung, Jumat siang (16/11).

Selama perjalanan, kata dia, yang ditakutkan adalah hujan yang terlalu besar ditakutkan akan mengganggu komponen dua mobil itu.

“Selama perjalanan hujan masih kecil-kecil aja jadi kami masi bisa jalan tapi kalau besar kami pasti berhenti dulu, meski komponen mobil listrik ini sudah water proof tapi mobil ini didisain bukan untuk harian,” ujar mahasiswa S 2 Elektro itu.

Ute nama akrab Yoga Uta Nugraha mengungkapkan perjalanan dua mobil listrik Blits dan Kasuari itu mengelilingi Indonesia bertujuan memperkenalkan mobil listrik kepada masyarakat.

“kami ingin memperkenalkan mobil listrik ke masyarakat luas kebetulan kami disponsori PLN ya udah jalan deh,” jelasnya.

Engginer mobil listrik itu menceritakan untuk pengecasan selama 8 sampai 10 jam dua mobil karya mahasiswa Institut Tehnologi Sepuluh November mampu menempuh perjalanan 300 sampai 350 Km.

Selain itu, Ute dan teman-teman enginer mobil listrik lainnya memiliki impian yaitu karyanya dapat diproduksi secara masal.

“Diproduksi secara masal itu Impian kami para peneliti, contohnya motor listrik Gesit yang sudah kami antarkan ke industri,” pungkasnya.

Dandy Ibrahim

Loading...