Beranda Kolom Kopi Sore Tentang Windu Cita, Surat Cinta untuk Bupati Lampung Utara

Tentang Windu Cita, Surat Cinta untuk Bupati Lampung Utara

735
BERBAGI

Pada 25 Maret 2019 lalu, Agung Ilmu Mangkunegara dan Budi Utomo dilantik Gubernur Lampung Ridho Ficardo sebagai Bupati Lampung Utara periode 2019-2024.

Usai pelantikan, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara langsung menyampaikan pernyataan terbuka tentang penegasan komitmennya untuk membangun Lampung Utara lima tahun ke depan. Ia berjanji akan melanjutkan Windu Cita.

Hampir semua media di Lampung memberitakan tentang hal itu. Tetapi, saya yang terbiasa mengoleksi dan mempelajari istilah, agak penasaran. Pertanyaan pun muncul di kepala saya: windu cita itu maksudnya delapan tahun cita-cita (delapan tahun program unggulan) atau delapan cita-cita-cita (delapan program unggulan)?

Setelah konsultasi dengan wartawan Teraslampung.com di Lampung Utara, akhirnya kecurigaan saya benar: Pak Bupati Agung tidak tepat dalam menggunakan istilah. Beliau memakai istilah Windu Cita untuk maksud delapan program unggulan.

Windu adalah hitungan tahun yang berarti delapan (8) tahun. Kalau hendak memakai kata delapan program atau delapan cita-cita dalam bahasa Sanskerta, seharusnya memakai Asta Cita. Windu Cita artinya delapan tahun cita-cita atau delapan tahun program unggulan.

Sekali lagi, kalau yang dimaksud delapan program atau delapan cita-cita yang hendak dituju oleh Agung istilah itu menjadi tidak tepat. Kalau maksudnya adalah delapan cita-cita atau delapan program maka yang tepat adalah memakai istilah Asta Cita. Tetapi kalau maksudnyya adalah cita-cita selama delapan tahun istilah Windu Cita sudah benar.

Hitungan bahasa Sanskerta: 1 (eka), 2 (dwi), 3 (tri) 4 (catur), 5 panca), 6 (sat), 7 (sapta), 8 (asta), 9 (nawa), 10 (dasa).

Saya tidak tahu bagaimana baiknya Bupati Agung dan jajaran Pemkab Lampung Utara menyikapi hal ini karena faktanya program unggulan Windu Cita ternyata sudah berjalan selama satu periode kepemimpinan Bupati Agung Mangkunegara. Pada periode kedua, Windu Cita katanya mau dilanjutkan.

Tentu saja tetap memakai istilah Windu Cita tidak berdosa meskipun artinya salah. Apalagi mungkin yang dimaksud windu cita oleh Pak Bupati Agung adalah delapan tahun (makna atau arti program salah, tetapi maksudnya (yang dimaksud betul). Namun, akan lebih elok jika sebuah program pembangunan juga tepat maknanya. Sebab, dengan begitu kita juga mengajari masyarakat dan generasi muda Lampung Utara memakai istilah yang benar secara makna dan kaidah bahasa.

Oyos Saroso HN

 

Loading...