Terapis dan Pelanggan Terpergok Tanpa Busana di Kamar City Spa Bandarlampung

City Spa di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung
City Spa di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung
Bagikan/Suka/Tweet:

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — City Spa, sebuah tempat terapi pijat di Jl, Pangeran Diponegoro Bandarlampung terancam ditutup menyusul ditemukannya praktik pijat tanpa busana, Kamis (10/9).

Saat digerebek petugas Polisi Pamong Praja Pemkot Bandarlampung, di salah satu kamar di tempat kebugaran itu  dijumpai seorang terapis cantik tengah melayani konsumen dalam kondisi tak berbusana. Pelanggan pria yang berada di kamar itu juga tidak memakai pakaian.

Petugas mengamankan  ME (30), seorang terapis City Spa, warga Jalan Nunyai Rajabasa, Bandarlampung;  dan OL (24), warga Kupang Jualang. Dua terapis cantik berada di kamar dalam kondisi tanpa busana, sedang melayani pelanggannya, yaitu  IW (22,  mahasiswa, warga Wayhalim, BTN 3, dan AL (30), wiraswasta, warga Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

“Pelanggannya juga tanpa busana. Kami akan segera mengevaluasi terkait perizinan City Spa ini,” kata Kepala Bapol Polisi Pamongpraja, Cik Raden,

Menurut Cik Raden. saat anggotanya mendatangi lokasi, ada tiga kamar yang sedang dipakai untuk pijat. Dua dari tiga kamar tersebut  dalam kondisi pintunya dikunci dari dalam.

Cik Raden mengaku, dirinya terpaksa memaksa masuk karena terapis dan pelanggan yang berada di dalam kamar tidak mau membuka pintu.

“Ternyata di dalam kamar ada  seorang pria dan wanita yang tidak mengenakan busana,” katanya.

Cik Raden mengaku  razia dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas City Spa yang mencurigakan.

“Kami akan terus melakukan operasi serupa di sejumlah tempat,” kata dia.

Dewira

Menurut Cik Raden, jika City Spa terbukti menyalahgunakan perizinan maka Pemkot Bandarlampung akan segera mencabut izin dan menyegelnya.