Beranda Teras Berita Terdakwa Begal Pembunuh Brimob Dituntut 15 Tahun

Terdakwa Begal Pembunuh Brimob Dituntut 15 Tahun

847
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Terdakwa pembegalan dan  pembunuhan Bharada Jefri, Sudirman, saat mengikuti sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri, Tanjung Karang, Selasa (15/12).

BANDARLAMPUNG- Jaksa penuntut umum Rivaldo Sianturi dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, (15/12/2015) sore. menuntut Sudirman, terdakwa pembegal dan pembunuh anggota Brimob Polda Bharada Jafri Saputra, 27 Agustus 2015 lalu, dengan hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

JPU Rivaldo Sianturi menyatakan perbuatan warga Jabung Induk, Kabupaten Lampung Timur tersebut bersalah melakukan tindak pidana dengan maksud untuk menguasai barang yang diperoleh secara melawan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sudirman selama 15 tahun penjara, dikurangi masa tahanan yang telah dijalaninya,”kata Rivaldo, Selasa (15/12). (Baca: Anggota Brimob Polda Lampung Tewas Ditembak Begal).

Perbutan terdakwa Sudirman terjadi pada Kamis (27/8/2015) lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Pada saat kejadian, Sudirman bersama ketiga temannya, Sahril Ramadon (tewas ditembak pasca penggerebekan), Agus dan Tomi (keduanya DPO). Mereka mencuri sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam milik Bharada Jefri yang terparkir di depan ATM Bank Mandiri di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung (depan Pasar Koga).

BACA: Kronologi Penembakan Bharada Jefri dan Penangkapan Empat Tersangka Begal Menurut Kapolda Lampung

Terdakwa Sudirman dan Ramadon, keduanya mendekati sepeda motor korban dan mengambil motor menggunakan kunci letter T. Sementara korban Bharada Jefry Saputra, saat itu sedang berada di dalam sedang menarik uang tunai di ATM Bank Mandiri.

Namun aksi kedua tersangka, diketahui dengan korban dan langsung keluar dari dalam ATM lalu korban mengejarnya. Melihat korban mengejar tersangka, Sudirman menodongkan senjata api bermaksud untuk menakuti korban. (Baca: Tiga Begal Penembak Bharada Jefri Saputra dan Satu Penadah Sepeda Motor Hasil Pembegalan Diringkus).

Jefri melakukan perlawanan, nahas bagi korban saat dikejar Sudirman melepaskan tembakan dan mengenai bagian dada. Korban terjatuh, tapi masih bisa terbangun dan mengejar para tersangka. Akan tetapi, Ramadon mengambil senjata api dari tangan Sudirman, lalu menembakkan senjata
api tersebut dan mengenai dada sebelah kiri korban. Jefry sempat dilarikan ke Rumah Sakit Advent, namun nyawanya tidak dapat tertolong hingga akhirnya meninggal dunia.