Beranda Hukum Kriminal Terdakwa Pembunuh Anak 11 Tahun di Lampung Utara Divonis 20 Tahun Penjara

Terdakwa Pembunuh Anak 11 Tahun di Lampung Utara Divonis 20 Tahun Penjara

773
BERBAGI
Samsuri (26), pelaku pembunuh Feby dan membuang jenazah bocah 11 tahun itu ke dalam sumur, sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Lampung Utara, Senin (21/12/2015)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Samsuri (26) warga ‎Dusun Pungguk Baru, Desa Pungguk Lama, Abung Timur, Lampung Utara,  tersangka pembunuhan atas Febi Eka Putri (11), divonis hakim PN Kotabumi hukuman 20 tahun penjara.

“Menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena melakukan tindak pidana pidana pembunuhan yang didahului dengan pidana lain,” kata ketua majelis hakim, Arief Hakim Nugraha, Selasa (21/6).

Samsuri divonis 20 tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan tersebut. Vonis ini l5 tahun lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut hukuman 15 tahun penjara.

BACA: Pembunuh Bocah 11 Tahun di Lampung Utara Ditangkap

Majelis hakim yang terdiri dari Arief Nugraha, Faisal Zhuhry, dan Miryanto mengatakan terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan pasal 339 KUH Pidana dan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta perundang-undangan yang lain yang bersangkutan.

Adapun berbagai hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan yang dilakukan sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan. Perbuatan terdakwa juga dianggap meresahkan masyarakat, dan menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban terutama bagi orang tua korban yang harus kehilangan anaknya. Sementara, hal – hal yang meringankan terdakwa karena menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

BACA: Bocah 11 Tahun Ditemukan Tewas di dalam Sumur

Atas putusan tersebut, M. Angga selaku JPU serta kuasa hukum terdakwa mengaku pikir – pikir. Pantauan di lokasi, proses sidang mendapat pengawalan ketat dari Polres setempat.

Feby Eka Putri (11), warga Desa Pungguk Lama, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara ditemukan tewas di sumur belakang rumahnya, Minggu (20/12) sekitar pukul 10:00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, jenazah bocah kelas VI SD ini pertama kali ditemukan oleh Mahdalena (45), ibu almarhumah yang baru pulang dari menghadiri pesta yang tak jauh dari rumah mereka.

Berdasarkan keterangan terdakwa sesaat usai ditangkap, motif pembunuhan ini dikarenakan terdakwa membutuhkan uang sebesar Rp120 ribu. Uang itu akan digunakannya untuk menebus HP yang digadaikan.

Saat itu, ia melihat kediaman orang tua korban dalam keadaan kosong dan kemudian segera bergegas masuk ke dalam rumah korban melalui pintu samping.

BACA: Ini Alasan Samsuri Membunuh Feby dan Memasukkan Mayatnya ke Sumur

Aksi terdakwa yang sedang berada di dalam kamar korban dipergoki korban. Terdakwa langsung mengejar dan mencekik leher korban beberapa kali.

Pertama menggunakan ikat pinggang dan kemudian mencekik dengan kedua tangannya. Terdakwa juga membenturkan kepala korban dan membuang jenazahnya ke dalam sumur di rumah korban.