Terdakwa Pembunuh Anggota Brimob Lampung Mulai Disidang

  • Bagikan
Terdakwa Sudirman salah satu tersangka penembak anggota Brimobda Lampung, Bharada Jefry Saputra hingga tewas jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (24/11/2015)
Terdakwa Sudirman salah satu tersangka penembak anggota Brimobda Lampung, Bharada Jefry Saputra hingga tewas jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (24/11/2015)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Sudirman (21) warga Desa Jabung, Kecamatan Jabung Induk, Lampung Timur, salah satu pelaku penembakan Bharada Jefry Saputra anggota Bromobda Lampung tewas, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa  (24/11/2015).

BACA: Anggota Brimob Polda Lampung Tewas Ditembak Begal

Dengan menggunakan tongkat dan kaki terpincang-pincang, Sudirman berjalan menghampiri kursi pesakitan dihadapan majelis hakim yang diketuai Syamsudin untuk menjalani sidang dakwaan.

Terdakwa Sudirman didakwa atas perkara pencurian dengan kekerasan terhadap anggota Brimobda Lampung Bharada Jefry Saputra yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia akibat terkena tembakan di bagian dadanya.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Eka Aftarini mendakwa terdakwa dengan ancaman hukuman yang berat, yaitu Pasal 339 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup sebagaimana dalam dakwaan primer jaksa.

Selain itu juga, terdakwa juga didakwa dengan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam dakwaan primer dan Pasal 365 Ayat (1), (2) dan (3) pada dakwaan kedua jaksa dengan ancaman hukuman pidana penjara masing-masing pasal 15 tahun.

BACA JUGA:   Pembunuhan Pegawai Universitas Malahayati: Tujuh Fakta dan Cinta Segitiga

Dalam dakwaannya, Eka Aftarini menjelaskan, kejahatan terdakwa Sudirman berawal pada Kamis (27/8/2015) lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Terdakwa bersama Sahril Ramadon, Agus, dan Tomi (DPO) merencanakan melakukan pencurian sepeda motor.

“Saat itu keempatnya melintasi Bank Mandiri di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung, melihat satu unit motor Yamaha Vixion milik korban Bharada Jefri Saputra yang terparkir tepat berada di depan ATM Bank Mandiri Kedaton,”kata dia.

Terdakwa Sudirman dan Ramadon, kemudian berhenti dan mendekati sepeda motor korban dan mengambil motor menggunakan kunci letter T. Semula Bharada Jefry yang saat itu sedang menarik uang di ATM, tidak melihat jika kendaraannya akan dilarikan orang tak dikenal.

BACA JUGA:   Mustafa Belum Tahu Ruang Bupati, Sekda, dan DPRD Lamteng Disegel KPK

Namu,  ketika hendak melarikan motor, aksi keduanya diketahui korban yang langsung keluar dari ATM dan mengejarnya. Melihat korban mengejar tersangka, terdakwa menodongkan senjata api untuk menakuti korban.

Tidak ingin motornya dilarikan terdakwa Sudirman, Bharada Jefri memberikan perlawanan untuk mempertahankan motornya. Nahas, perlawanannya membuat Ramadon menembakkan senpi yang mengenai dada sebelah kiri korban.

Sehingga membuat korban Jefry terjatuh bersimbah darah, Jefry yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Advent untuk diberikan perawatan, pada malam itu juga Jefry akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan nasib motor korban, dilarikan ke rumah Agus yang keesokan harinya motor tersebut dibawa terdakwa Sudirman dan Ramadon ke daerah Jabung, Lampung Timur.

  • Bagikan