Beranda Hukum Kriminal Terdakwa Pembunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung Dituntut 10 Tahun Penjara

Terdakwa Pembunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung Dituntut 10 Tahun Penjara

332
BERBAGI
Dalam rekonstruksi terungkap korban dibunuh dengan 107 tusukan, baik dari arah depan maupun belakang tubuh korban.
Dalam rekonstruksi terungkap korban dibunuh dengan 107 tusukan, baik dari arah depan maupun belakang tubuh korban.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG -Tiga terdakwa pembunuhan Dwiki Dwi Sopian pelajar SMKN 2 Bandarlampung, dituntut masing-masing selama 10 tahun penjara dalam sidang yang digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (7/4/2016). Jaksa menyatakan, ketiga terdakwa bersalah melakukan pembunuhan berencana.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bandarlampung, Andri mengatakan, ketiga terdakwa, KRF, OR dan IAP dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.


SIMAK: Ini Cara Para “Jagal” Menghabisi Nyawa Siswa SMKN 2 Bandarlampung

“Kami menuntut ketiganya, masing-masing 10 tahun penjara. Pertimbangannya, ketiga terdakwa masih anak-anak dan dibawah umur,” kata Andri, dalam persidangan yang digelar secara tertutup itu.

Dalam dakwaannya. sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rama, ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 334 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 80 ayat (3) UU RI No.35 Tahun 2014 Jo UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dwiki ditemukan tewas dengan 107 luka tusukan, jasad Dwiki ditemukan warga dipingiran semak-semak di Jalan Raden Imba Kusuma, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan. Dwiki dibunuh secara sadis oleh tersangka KRF dan dibantu lima rekannya, DN, RH, IAP, FR dan OR.


BACA: Ini Alasan Tersangka Bunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung Secara Biadab

Para pelaku memiliki perang masing-masing. Yakni KRF adalah pelaku utama atau eksekutor yang menusuk Dwiki sampai 107 luka tusukan di seluruh tubuhnya menggunakan senjata tajam pisau dan pedang.

Sementara untuk tiga tersangka lainnya, DN, FR dan OR. Berkas ketiga tersangka tersebut, masih dilengkapi penyidik kepolisian Polresta Bandarlampung. Karena setelah diteliti jaksa, masih ada kekurangan yang harus dilengkapi penyidik.

Loading...