Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Terdampak Gelombang Pasang, Nelayan Tradisional di Bandarlampung Butuh Bantuan

Terdampak Gelombang Pasang, Nelayan Tradisional di Bandarlampung Butuh Bantuan

111
BERBAGI
Markus Suwito, nelayan tradisional di Kecamatan Panjang.

TERASLAMPUNG.COM–Nelayan tradisional di Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandarlampung butuh bantuan untuk perbaikan perahu mereka akibat terkena ombak besar akibat gelombang pasang, beberapa hari yang lalu.

“Perahu saya patah pada katirnya (kayu penyeimbang) juga lunasnya rusak karena terkena ombak besar yang terjadi pada tanggal 26 Mei 2020 yang lalu,” jelas Markus Suwito di rumahnya Kampung Baru I, Kelurahan Panjang Utara, Jumat 29 Mei 2020.

Untuk perbaikan perahunya tersebut pria 56 tahun itu mohon bantuan dari pemerintah agar dia kembali bisa melaut untuk menutupi kebutuhan hidupnya.

“Saya mohon bantuan dari pemerintah untuk perbaikan perahu saya dan teman-teman untuk beli cat, resin dan poxi untuk mendempul perahu kami,” katanya.

“Untuk perbaikan perahu itu kisaran biayanya Rp1 sampai Rp2 juta, kalau saja kami tidak sempat menarik perahu itu saat ombak besar, perahu kami dipastikan hancur,” jelasnya.

Dia menambahkan, di Kecamatan Panjang ada tiga kelompok nelayan tradisional yang mencari ikan dengan cara memancing. Dari tiga kelompok itu ada 17 orang nelayan tradisional.

“Di sini ada tiga kelompok yaitu Barakuda, Citra Lestari dan Simba abadi dengan total 17 perahu yang rusak. Kami memancing di sekitar Teluk Lampung kadang dapat ikan Simba, Sekar atau ikan Ekor Kuning,” jelasnya.

“Untuk sekali melaut kami bisa mengantongi uang Rp100 ribu sedangkan biaya melaut 50 ribu jadi bersihnya kami mengantongi Rp50 ribu,” kata Markus Suwito yang menjalani profesi sebagai nelayan tradisional sejak tahun 1972 itu.

Di tempat terpisah, Camat Panjang Bagus Harisma Bramado menjelaskan, dia sudah mengajukan permohonan bantuan ke Pemkot Bandarlampung untuk para nelayan yang perahunya rusak serta warga yang rumahnya rusak pula akibat ombak besar.

“Kami akan mengajukan bantuan kepada para nelayan tapi saya takutnya bantuan tersebut tidak maksimal karena dampak pandemi Covid-19 anggaran ke sedot ke sana,” jelasnya.

Dia meminta peran serta pengusaha dalam hal ini BUMN seperti Pertamina dan Pelindo untuk dapat membantu warganya yang tertimpa musibah itu.

“Saya mengharapkan pengusaha atau BUMN mau membantu para nelayan itu agar keberadaan mereka (pengusaha/BUMN) di situ bermanfaat bagi nelayan,” katanya.

“Dan saya sudah menghubungi salah satu BUMN, mereka menyatakan siap membantu tinggal kami mengajukan apa-apa yang dibutuhkan oleh warga dan nelayan,” jelas Bramado yang akrab dipanggil Bram itu.

Dandy Ibrahim

Loading...