Beranda Hukum Narkoba Terduga Bandar Narkoba dan Terduga Begal Ditembak Mati, Aktivis Germala Shalat Ghaib...

Terduga Bandar Narkoba dan Terduga Begal Ditembak Mati, Aktivis Germala Shalat Ghaib di Depan Mapolda Lampung

501
BERBAGI

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Dua kasus penembakan hingga tewas terduga begal dan terduga bandar narkoba di Lampung memicu protes. Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Masyarakat Lampung (Germala) berunjuk rasa di depan Mapolda Lampung, Selasa (16/5/2017) siang.

Pantauan teraslampung.com, selain massa yang tergabung dalam Germala, aksi tersebut dihadiri juga oleh keluarga dan kerabat terduga narkoba dan begal yang tewas ditembak polisi.

Sebelum melakukan orasi dan tuntutannya, ratusan massa tersebut melaksanakan sholat ghoib terlebih dulu. Hal tersebut dilakukan, untuk mendoakan tiga terduga bandar narkoba dan lima pelajar terduga begal asal Jabung, Lampung Timur yang tewas ditembak polisi anggota Polda Lampung beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, ratusan massa tersebut melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Lampung. Selanjutnya, massa berjalan menuju Mapolda Lampung untuk kembali melakukan aksinya terkait aksi penembakan anggota polisi yang dinilai arogan.
Setibanya di Mapolda Lampung, Massa mencari sumber air untuk berwudlu terlebih dulu. Meski dibawah teriknya panas matahari, massa langsung membentuk barisan bersaf dan tetap melaksanakan sholat ghaib.

Pelaksanaan shalat ghaib tersebut, diimami oleh seorang ustadz, tapi sebelum massa melaksanakan sholat ghaib mereka diberikan arahan terlebih dulu tata cara sholat ghaib. Setelah pelaksanaan sholat tersebut usai, sang imam langsung memimpin doa bersama.

Di sisi lainnya, ratusan anggota kepolisian Polda Lampung dari satuan Sabhara, Provost dan lainnya tampak siaga melakukan penjagaan di pintu masuk Mapolda Lampung. Para polisi wanita (Polwan) dari satuan Sabhara ditempatkan paling depan, melakukan penjagaan dan pengamanan dengan berhadapan langsung para pengunjuk rasa. Namun, tidak ada satu pun pejabat utama Polda Lampung, maupun Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno menemui massa aksi tersebut.

Diketahui, petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menembak mati tiga terduga bandar narkoba jaringan Aceh, Selasa siang (9/5/2017) lalu di Jalan Durian 16, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Polisi melakukan tindakan tegas ketiganya, karena saat dilakukan penangkapan melakukan perlawanan dengan menembaki anggota polisi. Dari ketiga terduga bandar narkoba yang ditembak mati tersebut, dua diantaranya seorang mahasiswa.

BACA: Tiga Bandar Narkoba Tewas Ditembak Polisi, Keluarga Bantah Ada Perlawanan dan Baku Tembak

Ketiga terduga bandar narkoba yang ditembak mati tersebut adalah, Paisal (26) mahasiswa Unila warga Jalan Pulau Damar, Gang Kamboja, Kelurahan Waydadi, Sukarame; Rido Aures (24) mahasiswa UBL dan Afrizal alias Vijal (30), keduanya warga Jalan Sultan Haji, Gang Cempedak, Kelurahan Sepajang Jaya, Kedaton.

Dari penangkapan ketiganya, petugas menyita barang bukti narkoba jenis ganja sebanyak 170 paket seberat 170 Kg, sabu-sabu seberat 600 gram, tiga pucuk senjata api rakitan jenis revolver beseta beberapa butir peluru aktif dan selongsong peluru, satu buah timbangan digital, empat unit ponsel dan beberapa pack plastik klip.

Sebelumnya, lima remaja terduga begal asal Jabung, Lampung Timur juga tewas ditembak polisi. Polda Lampung mengklaim penembakan dilakukan karena para terduga begal yang disebut Polda Lampung sebagai target operasi polisi melakukan perlawanan aktif.

BACA: Lima Remaja Tersangka Begal Ditembak Mati Polisi, Keluarga Mengadu ke LBH Bandarlampung

 

Loading...