Beranda Hukum Narkoba Terduga Bandar Sabu di Pagar Dewa Diringkus Polisi

Terduga Bandar Sabu di Pagar Dewa Diringkus Polisi

441
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin | Teraslampung.com

MENGGALA — TF (24), terduga bandar sabu-sabu, ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Tulangbawang saat dilakukan penggrebekan di rumahnya di Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Tulangbawang Barat, pada Selasa 28 Agustus 2018 pagi kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam penggrebekan itu, selain mengamankan tersangka polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa empat paket sabu ukuran sedang, seperangkat alat isap (bong), pipet berbentuk sekop serta ponsel.

Kasat Reserse Narkoba Polres Tulangbawang, Iptu Boby Yulfia mengatakan, tersangka TF ditangkap di rumahnya di Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Tulangbawang Barat, Selasa 28 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Penangkapan tersangka TF merupakan tindaklanjut atas informasi masyarakat yang menyatakan bahwa di rumah tersangka kerap dijadikan tempat untuk transaksi dan pesta sabu-sabu,”ujarnya, Rabu, 29 Agustus 2018.

Dari informasi itulah, kata Iptu Boby Yulfia, langsung dilakukan penyelidikan menuju ke tempat yang dimaksud. Setelah dipastikan tersangka TFi berada di rumahnya, petugas langsung menggrebek rumah tersebut dan berhasil menangkap tersangka. Saat itu juga, dilakukan penggeledahan di rumah tersebut.

“Hasil penggeledahan di rumah tersangka, ditemukan barang bukti empat paket sedang sabu-sabu, seperangkat alat isap sabu (bong), pipet berbentuk sekop dan juga ponsel,”ungkapnya.

Selanjutnya tersangka dan beberapa barang bukti yang disita, dibawa ke Mapolres Tulangbawang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Saat ini tersangka sedang dilakukan pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasusnya, darimana tersangka mendapatkan barang haram (sabu) tersebut,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka TFi harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tulangbawang dan tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

Hal berbeda diungkapkan oleh salah seorang keluarga TF lewat media sosial. Menurutnya, TF hanyalah korban penjebakan yang dilakukan oleh cepu. Ia meminta agar media berhati-hati dalam memberitakan kasus ini.

Loading...