Beranda Hukum Kriminal Terduga Pembunuh Pelatih SSB Lampung Timur Dibekuk di Riau

Terduga Pembunuh Pelatih SSB Lampung Timur Dibekuk di Riau

1337
BERBAGI
Kedua pelaku pembunuhan pelatih Sekolah Sebak Bola (SSB) Lampung Timur, SS (40) dan Mm (45) saat diamankan tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Timur dan Reskrim Polres Siak, Riau. (foto: Ist)
Kedua pelaku pembunuhan pelatih Sekolah Sebak Bola (SSB) Lampung Timur, SS (40) dan Mm (45) saat diamankan tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Timur dan Reskrim Polres Siak, Riau. (foto: Ist)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG TIMUR– SS (40) dan Mm (45), terduga pelaku pembunuhan Agus Sutrisno alias Gepeng (35), pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) warga Desa Cempaka Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur pada Sabtu lalu (4/7/2020) diringkus Tekab 308 Polres Lampung Timur dan Polres Siak, Riau, Sabtu, 11 Juli 2020.

Pembunuhan terhadap pelatih sepakbola itu tergolong sadis. Setelah dibunuh, jasad korban dibuang di sumur yang tidak terpakai di kawasan Bendungan Garongan (Dam Swadaya) Desa Gondangrejo, Kecamatan Pekalonga, Lampung Timur.

“Kedua pelaku diringkus Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Timur dibackup Polres Siak, Riau,  di kawasan hutan akasia di wilayah Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (11/7/2020) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Kapolres Lampung Timur, AKBP Wawan Setiawa, kepada Teraslampung.com, Sabtu malam (11/7/2020).

SS (40) adalah  warga Desa Sukaraja Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban. Sedangkan Mm (45), warga Desa Kedaton, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur.

Penangkapan kedua pelaku pembunuhan tersebut, kata AKBP Wawan Setiawan, tim Tekab 308 Polres Lampung Timur dibantu petugas Reskrim Polres Siak, Riau.

“Karena lokasi persembunyian kedua pelaku tersebut cukup jauh, sehingga tim gabungan harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar tiga kilometer saat akan menangkap kedua pelaku,” katanya.

Menurut AKBP Wawan, saat ini kedua pelaku masih dalam perjalanan menuju Polres Lampung Timur guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Selain kedua pelaku, ada satu pelaku berinisial WH yang saat ini masih buron (DPO),”ungkapnya.

AKBP Wawan Setiawan mengutarakan, pembunuhan yang dilakukan para pelaku tersebut, terjadi pada Jumat (3/7/2020) lalu.

Awalnya, pelaku SS mengajak korban Agus ke kosannya di wilayah Kota Metro. Ketika Agus pulang, SS dan WH mengantar Agus.

“Pelaku SS dan WH mengantar korban dengan mengendarai sepeda motor milik korban. Mereka berboncengan tiga. Saat diantar, posisi korban berada di tengah atau diapit kedua pelaku,” kata AKBP Wawan Setiawan.

Pada saat melintas di jalan perbatasan Desa Jojog, Kecamatan Pekalongan dan Desa Gedung Dalam, Kecamatan Batanghari Nuban, pelaku SS menghentikan laju sepeda motor yang dikendarainya.

Saat itulah, pelaku WH (DPO) langsung mencekik leher korban dari belakang dan pelaku SS memukul kepala korban dengan benda keras hingga korban tewas.

“Jasad korban Agus, dibuang kedua pelaku ke sebuah sumur yang sudah tidak terpakai di kawasan Bendungan Garongan (Dam Swadaya) Desa Gondangrejo, Kecamatan Pekalongan,” terangnya.

Setelah menghabisi nyawa korban, lanjut AKBP Wawan Setiawan, pelaku SS dan WH (DPO) melarikan diri membawa sepeda motor Suzuki Smash dan ponsel milik korban.

Keesokan harinya Sabtu (4/7/2020) petang, jasad korban ditemukan warga setempat yang saat itu melintas hendak mencari rumput untuk pakan ternak setelah mencium aroma bau tidak sedap di dekat sumur yang tidak terpakai tersebut.

Berdasarkan hasil autopsi, Agus  diduga kuat tewas karena dibunuh. Polres Lampung Timur langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan petugas menemukan identitas pelaku pembunuhan Agus.

“Begitu kami dapatkan identitas pelaku dan keberadaaanya di wilayah Kabupaten Siak, Riau, saat itu juga kami langsung memburu pelaku dan berhasil menangkap pelaku SS dan Mm yang bersembunyi di kawasan hutan akasia di wilayah tersebut,” katanya.

Loading...